Golkar Optimistis Penuhi Kuota Perempuan 30 persen
Minggu, 13 April 2008 | 14:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya mulai menugaskan fungsionarisnya untuk mensosialisasikan pelaksanaaan Pemilu Legislatif 2009. Salah satu sasarannya adalah memenuhi kuota perempuan 30 persen dalam daftar calon legislator yang dinilai sulit dipenuhi Golkar. ”Lima tahun lalu Golkar sempat kesulitan mendapatkan kader perempuan yang fit dari Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Agung Laksono kepada Tempo di gedung MPR/DPR, Jumat (11/4) lalu.
Undang-undang Pemilu Legilatif mengamanatkan 30 persen kuota perempuan dalam daftar calon legislator di DPR RI. Bahkan, partai politik harus menempatkan satu calon legislator perempuan di antara tiga nama calon legislator di daftar calon tetap tiap daerah pemilihan.
Agung mengatakan, Golkar tidak bermasalah dengan jumlah kader perempuan. Namun, dia mengakui ada beberapa daerah di Indonesia Timur kekurangan jumlah perempuan yang aktif berpolitik. ”Umumnya di sana perempuan sebagai ibu rumah tangga,” ujarnya.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Rully Chairul Azwar mengatakan saat ini DPP Partai Golkar membenarkan pernyataan Agung tersebut. Dia mengatakan Golkar sulit mencari kader perempuan di luar Pulau Jawa. Penetapan kader perempuan rencananya akan dilakukan pada Oktober mendatang. ”Kalau di Jawa tidak masalah,” ujarnya.
Saat ini, ujar Agung, Golkar tengah menseleksi kandidat calon legislator yang akan ditetapkan. "Masih pilah pilih," ujarnya. Menurut sumber Tempo di Golkar, partai yang dipimpin Jusuf Kalla ini membuka peluang untuk nama baru dalam daftar calon legislator sebesar 20 persen. Selain, itu komposisi calon legislator Golkar adalah 30 persen perempuan, 30 persen orang muda (termasuk yang saat ini duduk di parlemen), dan 20 persen kader Golkar senior.
Kurniasih Budi





