|
Pertahanan di Perbatasan Dinilai Lemah
Minggu, 13 April 2008 | 20:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Sidharto Danusbroto mengkritisi lemahnya pertahanan negara di wilayah perbatasan. ”Buktinya kebobolan oleh penjarahan ikan atau illegal fishing dan pembalakan liar atau illegal logging,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (13/4).
Dua kejahatan itu, kata Sidharto, sebenarnya bisa dicegah bila pengamanan wilayah perbatasan diperkuat. Caranya, menurut dia, dengan menambah alat militer dan meningkatkan kesejahteraan prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan.
Sejumlah kasus penjarahan ikan, kata dia, tak akan terjadi bila angkatan laut memiliki sejumlah kapal korvet dan radar baru. Sementara kasus penyulundupan kayu misalnya kasus pembalakan di Ketapang, Kalimantan Barat, kata Sidharto, dapat diminimalisasi bila prajurit penjaga perbatasan diberikan gaji yang lebih baik. ”Harus ada penambahan kesejahteraan bagi mereka,” kata bekas Kepala Polda Jawa Barat itu. "Biar tidak gampang disuap cukong."
Saat ini anggaran untuk Departemen Pertahanan dalam Anggaran Perencanaan Belanja Negara Perubahan 2008 dipangkas sebesar 10 persen. Namun, Sidharto memastikan anggaran itu mengikat semisal anggaran pengadaan alat militer dan kesejahteraan prajurit tak akan dipotong.
Anton Septian
INDEKS BERITA LAINNYA :
|