Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Organisasi Perempuan Terbesar Golkar Tuntut Peran Lebih
Selasa, 15 April 2008 | 13:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Organisasi perempuan terbesar binaan Partai Golkar, Pengajian Al-hidayah menuntut peran dan keterlibatan lebih dalam kebijakan partai dan keterwakilan dalan struktur Partai dan parlemen.

Tuntutan ini disampaikan oleh Dewan Pimpinan Pusat Pengajian Al-Hidayah kepada Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Selasa (15/4).

"Kami meminta Golkar memback-up penuh kami, baik dalam peran dan aktivitas politik maupun sosial," kata Ketua Bidang Ketenagakerjaan DPP Al-Hidayah Harbiyah Shalahuddin. Adapun Ketua Umum Al-Hidayah, Aisyah Hamid Baidlowi, yang merupakan adik kandung Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tidak hadir karena ada acara lain.

Kehadiran DPP Al-Hidayah ke Kantor Wapres untuk mengundang Jusuf Kalla membuka Rapat Kerja Nasional Pengajian Al-Hidayah yang 32 pada 23 Juni nanti. Al-Hidayah sendiri mengklaim memiliki 32 cabang di Indonesia yang terdiri dari 10 ribu Majelis Ta'lim. Total anggota Al-hidayah sebanyak 7,5 juta.

"Secara aspirasi, kami adalah bagian Partai Golkar, maka kami meminta peran dan keterlibatan kami di Partai dan parlemen ditingkatkan besaran keterwakilannya," kata Harbiyah.

Menurut Harbiyah, sejauh ini, peran perempuan di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) baru sebesar 13 persen. Sedangkan keterwakilan perempuan di parlemen dari Fraksi Golkar baru sebesar 14 persen. "Kami yakin, kalau perempuan tidak banyak dilibatkan tidak ada yang memperjuangkan hak-hak perempuan," kata dia.

Menurut Harbiyah, pihaknya menuntuk akses yang luas dalam keterlibatan dan peran politik pemerintah dalam hal kesehatan dan kemiskinan. Karena, kata dia, untuk hal itu akan perempuanlah yang paling sering merasakannya."Pelayanan kesehatan dan pengentasan kemiskinan masih kurang memusakan, maka kami minta aspirasi kami didengar oleh pembuatn kebijakan," kata dia.

Menurut Wakil Sekretris Jenderal Al-Hidayah, Ratu Dian, Ketua Umum Partai Golkar akan membahas masukan tersbut ditiingkat partai. Selebihnya, kata dia, Kalla meminta Al-Hidayah membantu pemerintah dalam meningkatkan peran sosial di masyarakat. "Karena dengan terjun langsung, masyarakat akan merasakan manfaat dari adanya Al-Hidayah," kata dia.

Anton Aprianto


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121280 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data