|
Istana Merdeka Dibuka untuk Umum Bulan Depan
Selasa, 15 April 2008 | 15:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Istana Merdeka akan dibuka untuk umum setiap akhir pekan mulai bulan depan. Sebagai uji coba, pelajar yang akan pertama menikmati tur Istana ini.
"Rutenya itu masuk dari samping Kantor Sekretariat Negara yang sedang dibangun itu," kata Menteri-Sekretaris Negara Hatta Rajasa di Istana Negara, Selasa (15/4).
Saat ini Istana Kepresidenan memang sedang menyelesaikan bangunan di samping Kantor Sekretariat Negara sebagai pintu masuk masyarakat yang akan melakukan tur ke Istana. "Itu check point pertama mereka," kata Hatta.
Dari situ, peserta tur akan naik bis yang telah disediakan, lurus dari gerbang Sekretariat Negara sampai ke Masjid Baiturrahim. Jarak dari gerbang Sekretariat Negara ke masjid sekitar 25 meter.
"Di sepanjang bis itu mulai diceritakan ini kantor Setneg, ini kantor ini, sampai nanti masuk ke depan masjid," kata Hatta.
Masjid Baiturrahim berseberangan dengan pintu masuk Istana Merdeka. Peserta tur kemudian masuk ke tempat Presiden menerima tamu negara itu. "Nanti ada pemandu khusus yang menjelaskan tiap ruangan," kata Hatta. Selesai tur, pengunjung akan dijemput oleh bis dan kembali ke check point pertama.
Istana Kepresidenan terdiri dari beberapa bangunan, di antaranya Istana Negara tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tinggal, Istana Merdeka tempat Presiden menerima tamu negara, kantor presiden, Wisma Negara, Gedung Bina Graha tempat juru bicara Andi Malarangeng dan Dino Patti Djalal berkantor, dan kantor-kantor tempat staf kepresidenan bekerja.
Namun tur nanti tidak membolehkan masyarakat untuk masuk ke Istana Negara. "Karena Presiden tinggal di sini (Istana Negara)," kata Hatta.
Rencananya tur ini memakan waktu sekitar 25 menit.
"Sehingga menimbulkan rasa kebanggaan terutama kepada kaum pelajar," kata Hatta.
Masyarakat yang ingin tur ke Istana, kata Hatta, harus mendaftar dulu. Namun Hatta belum dapat menjelaskan teknisnya secara rinci. "Ini belum final," kata Hatta.
Jam kunjungan ke Istana, Hatta menjelaskan, dari jam 10.00 WIB hingga sore. "(Selama) jam kerja, nanti ada waktu jeda misalnya seperti waktu shalat dan sebagainya," kata Hatta.
Hatta membantah pembukaan Istana untuk umum ini sebagai ajang pendekatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada publik menjelang Pemilihan Umum 2009. "Tidak ada (motif politik). Jangan kait-kaitkan ke situ," kata Hatta.
Pembukaan istana untuk umum ini, kata Hatta, sudah lama direncanakan. "Zaman Gus Dur sudah dibuka, untuk menunjukkan kepada masyarakat kita, ini loh istana kita itu seperti ini," kata Hatta.
Fanny Febiana
INDEKS BERITA LAINNYA :
|