Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

IDI Minta Pemerintah Atur Etika Iklan Kesehatan
Kamis, 17 April 2008 | 17:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta agar pemerintah membuat aturan tentang iklan layanan kesehatan rumah sakit yang selama ini dinilai tak etis. "Seharusnya tidak boleh sampai ada testimoni, satu kasus tidak mewakili semua" kata Fachmi Idris, Ketua IDI dalam jumpa pers penyelenggaraan pameran Indomedica, Kamis siang.

Rumah sakit seharusnya, ia melanjutkan, tidak boleh melakukan promosi seperti yang saat ini terjadi. Berbagai rumah sakit dapat mempublikasikan fasilitas kesehatannya di media massa secara bebas. Bahkan ada kesaksian dari pasien yang pernah mendapatkan perawatan. "Kesaksian seharusnya tidak dapat dilakukan karena sama saja mempersamakan pengalaman orang lain yang belum tentu sama," ujar Fahmi.

Pengaturan juga dimaksudkan untuk meningkatkan manajemen kesehatan agar pasien tidak lari ke luar negeri. Menurut Fahmi jumlah pasien asing di Singapura setiap tahun mencapai 400 ribu, setengahnya atau 200 ribu berasal dari Indonesia.

Singapura mentargetkan 1 juta pasien per tahun dari Indonesia, atau setara dengan Rp 20 triliun. Jumlah itu hampir sebanding dengan anggaran kesehatan Indonesia sebesar Rp 19 triliun. "Sehingga sama saja devisa negara kita dibawa ke luar negeri sebesar itu," ujar Fahmi.
Aqida Swamurti

Dari Arsip Majalah TEMPO
Antara Quinlan dan Agian | 01 November 2004
Yang Dituding Tak Melindungi Pasien | 11 Oktober 2004
Eliminasi Kemampuan Rohani Calon Presiden  | 26 April 2004
Melindungi Pasien dengan Hukum  | 22 Maret 2004
Mengawasi 'Wakil Tuhan'  | 22 Maret 2004
Melanggar Rambu, Mencetak Dokter  | 25 Juni 2001
Cerita Lama versi Baru  | 11 Juni 2001
Empat Dokter dan Kesehatan Presiden  | 21 Mei 2001
Dari Jantung ke Impotensi  | 05 Maret 2001
Skandal Jual-Beli Organ Atas Nama Riset Kedokteran  | 12 Pebruari 2001
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

IDI: Indonesia Kekurangan Dokter
IDI Adukan Penganiayaan Dokter di Penjara Wirogunan Kepada Wapres
IDI Usulkan Pembentukan Dokter Keluarga
Gugatan Malpraktik Terhadap Tiga Rumah Sakit Kandas
IDI: Tugas Dokter Selalu Beresiko
LBH Kesehatan Laporkan Malpraktek Dokter ke Polda Metro Jaya
LBH Kesehatan: Pasien di Indonesia Tak Terlindungi
IDI Siap Hadapi Tuntutan Gus Dur
Gugatan Rp 1 Triliun Gus Dur Resmi Diajukan

Referensi

Baku Tuding Malapraktek
Sebaran Demam Berdarah Dengue 1968 - 2003

Website

Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121500 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data