Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Terkejut Mendengar Tudingan Ramos Horta
Jum'at, 18 April 2008 | 20:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku terkejut mendengar pernyataan Presiden Timor Leste Ramos Horta yang menyebutkan bahwa Australia dan Indonesia diduga terlibat dalam peristiwa penembakan terhadapnya dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao.

"Saya terperanjat, surprised mendengar pernyataan Presiden Ramos Horta. Apa yang kami bicarakan melalui telepon disampaikan kepada publik," kata Yudhoyono dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (18/4).

Sebelumnya, beberapa kantor berita asing menyebutkan bahwa Horta menuding adanya elemen luar dalam peristiwa penembakan terhadap dirinya. Elemen luar yang ia maksud adalah Indonesia dan Australia.

Dalam konferensi pers, Yudhoyono bercerita bahwa ia dan Horta telah melakukan pembicaraan telepon pada 10 April lalu. Horta dalam pembicaraan telepon itu mengatakan pada Yudhoyono bahwa hasil investigasi di Timor Leste menunjukkan adanya percakapan antara Mayor Alfredo Reinado dan pihak-pihak yang ada di Indonesia. "Yang kemudian saya tahu, bukan hanya Indonesia, tapi juga Australia dan negara-negara lain," kata Yudhoyono.

Yudhoyono menganggap pembicaraannya melalui telepon itu belum tepat disampaikan ke publik untuk memberi ruang kepada Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung Timor Leste menemukan siapa yang terlibat dalam penembakan. "Saya juga meminta para menteri, Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutanto, dan pihak terkait untuk tidak dulu mempublikasikan masalah ini," kata Yudhoyono.

Karenanya, Yudhoyono sangat berharap agar pemimpin Timor Leste tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat menimbulkan salah pengertian bahwa seolah-olah ada keterlibatan pihak Indonesia dalam peristiwa penembakan yang terjadi pada 11 Februari lalu itu.

"Statement atau berita seperti ini akan mengganggu hubungan bilateral kami yang sekarang ini dalam keadaan baik," kata Yudhoyono yang mengenakan kemeja biru lengan panjang dan peci.

Pemerintah Indonesia, kata Yudhoyono, menunjukkan keinginan untuk mempertahankan hubungan baik kedua negara. Setelah Horta diberitakan ditembak, Yudhoyono langsung mengeluarkan pernyataan yang mengutuk tindakan itu.

Bahkan, pada 25 Februari lalu, Yudhoyono pun berkirim surat kepada Xanana. "Sekaligus memenuhi permintaan beliau untuk mengirimkan bantuan logistik dan materiil dari Indonesia ke Timor Leste," kata Yudhoyono.

Pada 23 Maret lalu pun, sepulangnya dari kunjungan ke Afrika dan Timur Tengah, Yudhoyono kembali menelepon Horta. "Karena saya lihat tayangan beliau (di televisi) dan (saat itu) saya berharap bisa segera pulih dan kembali memimpin Timor Leste," kata Yudhoyono.

Dalam pembicaraan telepon pada 10 April itu, Yudhoyono melanjutkan, Horta meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk menindaklanjuti informasi dari investigasi itu. "Agar yang terlibat dalam usaha pembunuhan itu ditemukan dan diproses menurut hukum yang berlaku," kata Yudhoyono.

Bahkan Horta pun yang saat itu masih dirawat di rumah sakit di Australia mengatakan Xanana akan mengangkat masalah ini dan menjadikannya sebagai salah satu agenda bilateral dengan Indonesia.

Xanana memang direncanakan akan berkunjung ke Jakarta akhir bulan ini. "Saya pun siap menyambut kunjungan kerja Xanana akhir bulan di Jakarta," kata Presiden.

Dalam kunjungan nanti, Horta bahkan menjanjikan jaksa agung Timor Leste akan memberi penjelasan kepada Indonesia mengenai masalah ini.

Namun, lanjut Yudhoyono, ia tidak menunggu kunjungan Xanana untuk membantu menangani masalah penembakan ini. "Saya segera instruksikan Kapolri untuk cepat melakukan langkah-langkah yang diperlukan dengan bekerja sama dengan pihak Timor Leste," kata Yudhoyono.

Pemerintah Indonesia kemudian mengirim dua pejabat senior Kepolisian RI ke Dili pada 13 dan 15 April lalu. Di sana, kedua pejabat kepolisian itu bertemu jaksa agung Timor Leste untuk membicarakan dan menganalisis masalah ini secara bersama.

Saat itulah, jaksa agung Timor Leste secara resmi meminta Kepolisian RI untuk mencari dan menangkap orang yang diduga kuat terlibat dalam penembakan dan diduga telah menyeberangi perbatasan Indonesia-Timor Leste. Fanny Febiana


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ramos Horta Lewati Masa Bahaya
TNI Perketat Penjagaan Perbatasan Indonesia - Timor Leste
Presiden Dukung Pemerintah Timor Leste
Ribuan WNI di Timor Leste Dilaporkan Selamat
Masalah Aset WNI di Timor Leste Belum Tuntas
Xanana Tak Dapat Jenguk Soeharto
Dili Minta Jakarta Ungkap Korban Santa Cruz
Teknisi Listrik Indonesia Selesai Bantu Timor Leste
Indonesia Bantu Atasi Krisis Listrik Dili
Xanana Akan Beri Keterangan Tertutup kepada Komisi Kebenaran
> selengkapnya...

Website

U.S. Department of State
United Nations (PBB)
Departemen Luar Negeri

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121594 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Todung Dipersilahkan Banding
NTB Butuh 350 MW Lebih Daya Listrik
Polisi Diminta Usut Perusakan Angkutan Pelat Hitam
Kartu BLT Mulai Dibagikan
Menteri Pertanian Optimistis Indonesia Ekspor Beras Tahun Depan

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data