DPR Minta Perbatasan Indonesia-Timor Leste Ditutup
Sabtu, 19 April 2008 | 10:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Ketua Komisi Luar Negeri dan Pertahanan Dewan Perwakilan, Rakyat Yusron Ihza Mahendra mengatakan, pemerintah Indonesia harus bersikap tegas pada Timor Leste. "Mereka harus dikasih pelajaran. Tutup saja perbatasan Indonesia-Timor Leste," kata Yusron Ihza ketika dihubungi Tempo, Sabtu (19/4).
Penutupan perbatasan tersebut, kata Yusron, akan membuat Timor Leste berpikir ulang untuk menyerang Indonesis. Timor Leste selama ini banyak mendapat suplai kebutuhan pokok dari Indonesia. Misalnya beras dan minyak tanah. "Kalau perbatasan itu ditutup, megap-megap mereka," ujarnya.
Pemerintah Indonesia, kata Yusron dapat juga menolak kedatangan Perdana Menteri Xanana Guemao yang hendak berkunjung ke Indonesia akhir bulan ini. "Kita tolak dulu kunjungan Xanana," ujar Yusron.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan tudingan Presiden Timor Leste Ramos Horta, yang menyebut orang di Indonesia dan Australia terkait dengan penembakan dirinya, bisa membuat hubungan kedua negara memburuk(Koran Tempo, 19/4).
Menurut Yudhoyono, apa yang sampaikan Horta merupakan percakapan telepon pribadi. Presiden menjelaskan, pada 10 April lalu, Horta melalui telepon mengatakan hasil investigasi menunjukkan adanya percakapan antara mendiang Mayor Alfredo Reinado, yang tewas saat berusaha membunuhnya, dengan orang di Indonesia.
Yusron mendukung peringatan keras Yudhoyono pada Horta tersebut. "Horta seharusnya tidak gegabah dengan main tuding," ujarnya.
Horta, Yusron menduga, menggunakan Indonesia sebagai alat diplomasi untuk menarik perhatian dunia."Itu sebagai propaganda agar semua mata dunia tertuju di Timor Leste," ujar dia. Tujuannya agar bantuan internasional tetap mengalir ke sana. "Karena bantuan internassional hampir berhenti,"Yusron. Sutarto





