Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Panglima: TNI Butuh Tambahan Alutsista
Senin, 21 April 2008 | 19:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Djoko Santoso menyatakan, TNI akan tambah alat utama sistem persenjataan (alutsista). ”Perlu penambahan karena TNI mengembangkan organisasinya,” kata Djoko seusai memimpin upacara pembukaan Latihan Gabungan TNI 2008 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (21/04).

Menurut Djoko, perlunya penambahan alat militer ini selain pengembangan organisasi, untuk modernisasi teknologi yang dimiliki TNI. Rencana penambahan ini telah terprogram dalam rencana pembangunan TNI 2005-2024. ”Karena pada 2024, kami diharapkan telah memiliki TNI yang memadai untuk mempertahankan kedaulatan,” ujarnya.

Adapun penambahan alutsista yang diperlukan di setiap angkatan, yakni TNI Angkatan Darat membutuhkah penambahan pesawat helikopter jenis serang maupun sebagai alat angkut. ”Rencananya dibangun delapan skuadron,” kata Djoko. Selain helikopter, Angkatan Darat juga membutuhkan penggantian senjata altileri medan dan pertahanan serta kendaraan-kendaraan lapis baja, baik roda rantai maupun ban.

Sedangkan TNI Angkatan Laut membutuhkan kapal selam, korvet, dan tank-tank amfibi serta pesawat patroli maritim. Adapun Angkatan Udara, kebutuhan terfokus pada pesawat tempur, Sukhoi, serta pesawat angkut. Selain itu Angkatan Udara memerlukan peningkatan kualitas pada pasukan khasnya. ”Saat ini penambahan itu ada yang sudah datang, dalam proses, atau baru direncanakan,” ujar Djoko.

Kondisi alat militer yang ada saat ini banyak yang berusia tua. ”Harus diakui alat utama sistem persenjataan yang dimiliki TNI saat ini masih memerlukan penggantian-penggantian, terutama yang berusia tua,” kata Djoko. Alat militer yang ada sekarang, kata Djoko, TNI berupaya memelihara sebaik-baiknya. TNI masih mampu mengoperasionalkan alat tersebut.

Titis Setianingtyas


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121719 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adhi M. Massardi Diperiksa
Masyrakat Tonton Rumah Ryan
Ryugyong Dibangkitkan dari Koma
Dua Desa di Kwamki Lama Kembali Bentrok
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data