Latihan Gabungan TNI Fokus pada Keamanan Perbatasan
Senin, 21 April 2008 | 21:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Markas Besar Tentara Nasional Indonesia kembali menggelar latihan gabungan bersama. Latihan kali ini berskenariokan merebut dan menguasai kembali beberapa wilayah kedaulatan Indonesia yang diasumsikan telah diduduki musuh. Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso mengatakan, lokasi latihan gabungan difokuskan di wilayah perbatasan dan bagian utara Indonesia karena pada latihan sebelumnya tempat-tempat lain telah digunakan. ”Ancaman di wilayah perbatasan sangat riil. Pelanggaran sering terjadi, baik orang per orang atau yang bersifat kriminal,” ujar Djoko seusai pembukaan latihan gabungan TNI di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Senin (21/4).
Djoko mengatakan, selain ancaman, di perbatasan juga sering terjadi kejahatan transnasional, seperti pencurian kayu dan pencurian ikan. Sehingga, kata Djoko, pihaknya akan mengupayakan kerja sama keamanan dengan negara tetangga. Masalah terorisme, lanjut dia, juga masih dianggap menjadi ancaman yang mungkin sewaktu-waktu terjadi.
Latihan ini dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung hingga 28 April di Markas Divisi Infantri-1/Kostrad Cilodong, Jawa Barat. Latihan itu tanpa pasukan dan alat utama sistem persenjataan, hanya melibatkan komandan dan perwira staf TNI. Sedangkan tahap kedua berupa gladi lapangan yang dilaksanakan pada 1-20 Juni 2008 di Natuna dan Batam (Kepulauan Riau), Singkawang (Kalimantan Barat), dan Sangattan (Kalimantan Timur).
Latihan gabungan kali ini melibatkan sebanyak 30.571 personel. Meliputi 2.418 personel Mabes TNI; 10.388 TNI Angkatan Darat; 13.150 Angkatan Laut; dan sebanyak 4.615 personel TNI Angkatan Udara. Anggaran untuk latihan ini sebesar Rp 50 miliar. Menurut Djoko, jumlah itu masih mencukupi karena TNI memadukan dengan program-program latihan di tiap angkatan. Djoko juga memastikan seluruh alat militer yang digunakan dalam latihan gabungan ini layak digunakan. ”Seluruh peralatan telah melewati uji kelayakan,” ujarnya.
Titis Setianingtyas





