|
Majelis Ulama Kecam Adnan Buyung Soal Ahmadiyah
Rabu, 23 April 2008 | 13:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar pemerintah tidak menunda-menunda lagi untuk mengeluarkan surat keputusan bersama (SKB) soal pelarangan aktivitas aliran Ahmadiyah.
"Kami tetap meminta agar SKB tersebut dikeluarkan, MUI tetap pada sikap semula bahwa alian ini bertentangan dengan islam," kata Sekretaris Umum MUI Ichwan Sam seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Rabu (23/4).
Ia menanggapi sikap anggota Dewan Pertimbangan Presiden Adnan Buyung Nasution yang meminta SKB dibatalkan karena tidak memiliki landasan hukum yang jelas. Pernyataan Buyung ini keluar setelah Buyung bertemu dengan para tokoh Ahmadiyah.
Majelis Ulama dan sejumlah tokoh agama dari Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Wali Umat Budha Indonesia (Walubi),Persatuan Hindu Darma Indonesia (PHDI), Konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI) menemui Kalla untuk mengundangnya menghadiri pertemuan para majelis agama di Indonesia dalam peingatan 100 tahun kebangkitan Nasional Indonesia.
Seharusnya, Sebagai anggota Wamtimpres, kata Ichwan, Buyung tidak serampangan memberikan komentar. Sebab
justru bisa menimbulkan keresahan baru. "Kalau soal agama, jangan dilihat hanya dari satu kacamata, karena ini menyangkut hal yang komplek. Ini sama saja memakai kacamata kuda," kata dia.
Pertemuan dengan Ahmadiyah, ia melanjutkan, sesungguhnya bukan dengan Wamtimpres sebagai lembaga, tapi hanya pribadi Buyung. Anton Aprianto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|