|
Keruhnya Hubungan Beragama Karena Faktor Kemiskinan
Rabu, 23 April 2008 | 16:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai munculnya ketidakrukunan agama atau aliran tertentu di Indonesia berpangkal pada masih miskinnya taraf kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kondisi kemiskinan inilah yang kerap memperkeruh suasana kerukunan beragama di Indonesia.
Demikian pernyataan Kalla seperti disampaikan oleh Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ichwan Sam seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Rabu (23/4).
MUI dan sejumlah tokoh agama dari Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Wali Umat Budha Indonesia (Walubi),Persatuan Hindu Darma Indonesia (PHDI), Konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI) menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam rangka mengundang Wakil Presiden dalam pertemuan para Majelis agama di Indonesia dalam peingatan 100 tahun kebangkitan Nasional Indonesia.
Kalla meminta para tokoh tersebut mendorong umatnya untuk bisa meningkatkan kesejahteraan. Karena ekonomi yang lebih baik bisa mendorong penganut agama bisa bersatu satu sama lain. "Ini membutuhkan sinergi, supaya kondisi di masyarakat," kata dia.
Namun, Ichwan membantah kalau pernyataan Kalla itu disampaikan terkait dengan adanya kisruh akan dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) oleh pemerintah soal pelarangan akitivitas ahmadiyah. "Tidak ada pembicaraan soal Ahmadiyah saat pertemuan antara Wakil Presiden dengan tokoh agama tadi," kata Ichwan.
Anton Aprianto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|