Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Koalisi Mahasiwa Mendesak Presiden Usir Namru-2
Jum'at, 25 April 2008 | 08:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Juru Bicara Koalisi Umat Anti Impersialisme Muthohar Jamil mendesak pemerintah segera mengambil langkah tegas terhadap laboratorium Naval Medical Research Unit-2 (Namru 2). Keberadaan laboratorium penelitian penyakit menular milik Amerika Serikat tersebut dinilai merugikan. "Kami minta Namru diusir dari Indonesia," katanya saat dihubungi Tempo, Jumat (25/04).

Pengusiran Namru, kata dia, dinilai penting karena aktivitas lembaga penelitian tersebut tidak transparan. Selain meneliti sejumlah penyakit, lanjutnya, lembaga tersebut diduga juga melakukan aktivitas intelijen. "Indikasinya jelas, personelnya tentara dan para stafnya memiliki kekebalan diplomatik," katanya. Batas waktu kerja sama pemerintah dengan lembaga tersebut juga sudah habis. "Masa perjanjian sudah habis tapi tetap beroperasi."

Desakan tersebut, ia menambahkan, akan disampaikan sekitar 100 perwakilan mahasiswa dari sejumlah universitas tergabung dalam Koalisi Umat Anti Impersialisme. Himpunan Mahasiwa Islam (HMI), PERSIS, serta sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat juga akan bergabung dalam aksi di halaman Laboratorium Namru, Jalan Percetakan Negara, sekitar pukul 13.30 wib nanti.

laboratorium Naval Medical Research Unit-2 (Namru 2) mulai berada di Indonesia sejak Menteri Kesehatan Siwabessy dan Duta Besar AS Francis Galbraith menandatangani nota kesepahaman di Jakarta, 16 Januari 1970. Kerja sama penanganan terhadap berbagai penyakit menular tersebut terasa merugikan Indonesia karena semua staf Namru kemudian mendapat fasilitas diplomatik. Mereka diizinkan memasuki seluruh wilayah Indonesia, kecuali daerah yang terlarang karena alasan keamanan. Selain itu, barang-barang yang dibawa, baik milik lembaga maupun pribadi, bebas bea dan cukai.

Dwi Riyanto Agustiar


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dosen Universitas Brawijaya Raih L’Oreal Fellowship
ITS Bertekad Rebut Juara Pekan Ilmiah
Dosen UGM Raih Penghargaan
Sejumlah Laboratorium Kerjasama Nanoteknologi

Referensi

Kopi Vs Kehamilan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121993 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data