Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Komplotan Tentara Gadungan Peras dan Culik Manajer Pabrik Oli
Senin, 28 April 2008 | 17:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepolisian Sektor Duren Sawit, Jakarta Timur, menangkap enam orang tentara gadungan pelaku pemerasan dan penculikan. Mereka menggunakan pakaian tentara dari berbagai kesatuan.

Pelaku bernama Dodi Kuswandi menggunakan baju Pakaian Dinas Harian TNI AU berpangkat kapten. Ia mengaku bertugas di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah. Sedangkan sisanya menggunakan Pakaian Dinas Harian dan pakaian sipil.

Kepala Polsek Duren Sawit Komisaris Khalidi mengatakan pelaku yang tertangkap adalah tentara gadungan. "Nanti saja. Saat ini sedang kami periksa," katanya. Polisi juga menyita pistol jenis FN dari tangan pelaku, yang ternyata pistol mainan. Namun, polisi menemukan peluru asli pada pelaku.

Menurut salah satu karyawan PT Pikoli, sekitar pukul 10.00 WIB, para pelaku datang ke pabrik PT Pikoli, Cipinang Muara 2, Klender, Duren Sawit. Mereka datang menggunakan 2 mobil, yaitu Daihatsu Taft hitam bernomor polisi B 2445 XO dan sedan berwarna coklat, serta 2 sepeda motor. "Sebagian memakai seragam tentara," katanya.

Para pelaku berjumlah sekitar 14 orang. Mereka menuduh PT Pikoli memproduksi oli palsu dan ilegal. Mereka pun memaksa ingin menggeledah pabrik. Direktur PT Pikoli, Rohana membantah tuduhan tersebut dan menolak ketika pabriknya ingin digeledah.

Rohana lalu menunjukkan surat izin produksi yang mereka kantongi. Ia lalu meminta agar pelaku menunjukkan surat penggeledahan. Pelaku justru marah-marah dan menggeluarkan pistol. "Semua karyawan mereka ancam agar tidak ada yang keluar," katanya.

Mereka lalu memaksa Rohana ikut. "Ibu Rohana mereka tarik tangannya hingga biru," ujarnya. Tapi Rohana menolak ikut. Pelaku lalu membawa paksa manajer Pikoli bernama Agus Haryanto atau Atong, 58 tahun, warga Tomang, Jakarta Barat. Ia dibawa berputar-putar naik mobil. "Saya ditodong pistol, diancam akan dihabisi jika tidak membayar tebusan," ujar Atong.

Awalnya pelaku meminta uang Rp 300 juta, lalu disepakati Rp 200 juta. Perusahaan langsung menghubungi Kepolisian Sektor Duren Sawit. Perusahaan lalu meminta waktu untuk mengumpulkan uang yang diminta pelaku.

Akhirnya disepakati perusahaan memberikan uang muka Rp 10 juta sebagai tebusan. Sisanya akan dibayar nanti. Transaksi dilakukan didekat pool bus Hiba Utama, Jatinegara Kaum. Yang membawa uang adalah direktur Pikoli Rohana.

Saat uang muka itu diserahkan di dalam mobil, polisi langsung menyergap para pelaku dan membebaskan Atong dari tangan penculik. Polisi berhasil menangkap pelaku yang berada didalam mobil Taft. Mereka pun digelandang ke kantor polisi. Sedangkan pelaku lain berhasil melarikan diri. Polisi juga telah menghubungi pihak Polisi Militer TNI untuk membantu menyelidiki kasus ini. Sofian

Dari Arsip Majalah TEMPO
Diperas Wartawan | 25 Oktober 2004
Ekor-Ekor Warung Bubur | 01 Oktober 1977
Saya Dirampok Dan Ho Menggigit | 08 Juli 1978
Pemerasan Di Sana-Sini | 10 Agustus 1985
Antara Honor Dan Memeras | 24 September 1988


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kepala Sekolah Keluhkan Pemerasan oleh "Wartawan"
Diduga Memeras, Kepala Polsek Pekanbaru Diperiksa Provost
Memeras, 3 Pegawai Kejaksaan Pandegelang Diperiksa
Hafiez Di Tuntut 6 Bulan Penjara
Tiga Jaksa Bakal Bersaksi Dalam Perkara Pemerasan Jamsostek
Wartawan Dilaporkan Memeras
Penjara Dua Tahun untuk Polisi Pemeras
Status Siaga untuk Tiga Gunung Berapi
Komisi Penyiaran Minta Tayangan Infotainmen Dihentikan
Hektaran Tanaman Jagung di Blora Puso
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122137 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal
Polisi Sisir Kamar Mayat RSU Soetomo
Ryan dan Ariel Pernah Satu Tempat Kos
Menkum HAM Perbanyak Pemberian Remisi Narapidana
Tentara Siap Amankan Perbatasan RI – Timor Leste

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data