|
Komnas HAM Diminta Bubarkan Tim Ad Hoc Kasus 1965
Selasa, 29 April 2008 | 11:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Puluhan orang dari Serikat Penanggulangan Komunis Gaya Baru berunjuk rasa di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia(Komnas HAM), Selasa (29/4). Mereka meminta Tim Ad Hoc kasus 1965 dibubarkan. "Bila tidak dibubarkan Komnas HAM akan menciptakan perseturuan anak bangsa," kata salah satu peserta unjuk rasa dalam orasinya.
Koordinator Serikat Penanggulangan Komunis Gaya Baru Imanan mengatakan mereka datang dari Surabaya. "Kami sudah datang empat kali kesini minta Tim Ad Hoc kasus 65 dibubarkan," kata Imanan.
Peserta aksi sempat membakar bendera warna merah dengan lambang palu arit dipintu masuk kantor Komnas HAM.
Mereka diterima Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh. manan mengatakan arah penyelidikan Tim Ad Hoc kasus 1956 menjadikan orang-orang PKI sebagai korban. Dia menilai Komnas HAM tidak adil. "Kalau mau harus semua dibuka," ujar dia. Misalnya pemberontakan PKI 1948, Poso, dan Sampit.
Ridha Saleh mengatakan keinginan tersebut sudah didiskusikan dengan komisioner lainnya. "Ini akan dibawa dalam rapat paripurna," ujar Ridha.
Dia menjamin Komnas HAM independen dan imparsal mengungkap kasus ini. "Kami ingin meluruskan sejarah, tidak akan membela kelompok tertentu," ujar dia.
Selain kelompok islam, lanjut Ridha, ada masyarakat sipil, yang bukan anggota PKI, menjadi korban kasus 1965.
SUTARTO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|