Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Komnas HAM Didesak Tetap Usut Kasus Talangsari
Selasa, 29 April 2008 | 15:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah pengacara dan aktivis hak asasi manusia mendatangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Selasa (29/4). Mereka menyatakan mendukung penyelidikan kasus dugaan pelanggaran HAM berat, khususnya kasus Talangsari. Mereka juga meminta Komnas HAM memangil paksa (subpoena) terhadap purnawirawan yang menolak pemeriksaan.

Bekas Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia, Hendardi, mengatakan bahwa Komnas HAM pernah memanggil para pejabat TNI dan Polisi untuk dimintai keterangan dalam kasus Timor-Timor, Trisakti, Semanggi I dan Semanggi II. ”Dulu saat mereka masih aktif bisa dipanggil. Masak ketika mereka sudah purnawirawan takut,” ujar Hendardi saat membacakan pernyataan pers bersama di kantor Komnas HAM Jakarta. Hendardi didampingi beberapa pengacara seperti Petrus Selestinus dan Sugeng Teguh Santoso. Mereka diterima anggota Komnas HAM Yoseph Adi Prasetyo.

Pada Kamis (26/4) pekan lalu, sekitar 500 purnawirawan berkumpul. Mereka lalu menyatakan sikap yang intinya mengecam tindakan Komnas dalam pemeriksaan kasus HAM. Mereka menilai penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM sepihak.

Hendardi heran dengan sikap para purnawirawan TNI dan Polisi yang menolak panggilan Komnas HAM untuk penyelidikan pro yustisia kasus Talangsari. Dia mencontohkan saat pemanggilan oleh Komisi Kebenaran dan Persahabatan dalam kasus Timor Timur. Mereka bersedia memenuhi panggilan. Tapi, untuk kasus Talangsari, kata Hendardi,”Kok hanya Soedomo yang datang. Bekas Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Sudomo memang telah memenuhi panggilan Komnas HAM yang sedang meneliti kasus Talangsari. Menurut Hendardi, penolakan purnawirawan sebagai tindakan yang tidak menunjukkan patriotisme.

Sutarto


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122195 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal
Polisi Sisir Kamar Mayat RSU Soetomo
Ryan dan Ariel Pernah Satu Tempat Kos
Menkum HAM Perbanyak Pemberian Remisi Narapidana
Tentara Siap Amankan Perbatasan RI – Timor Leste

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data