|
Alat Militer Latihan Gabungan Belum Optimal
Selasa, 29 April 2008 | 18:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Alat militer Angkatan Laut yang akan digunakan dalam Latihan Gabungan Tentara Nasional Indonesia 2008 belum siap secara optimal. ”Belum siap seratus persen. Kekurangan ini masih kami sempurnakan,” ujar Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Soemardjono seusai inspeksi kesiapan pasukan dan alat militer di Lapangan Brigade Infantri 2 Marinir Cilandak, Jakarta, Selasa (29/4).
Untuk saat ini, kata dia, alat militer sudah diuji coba dan dinyatakan layak. Tapi untuk mencapai kesiapan optimal, Angkatan Laut masih melakukan banyak perbaikan. ”Sekarang dalam tahap menuju kesiapan optimal,” ujarnya.
Angkatan Laut dalam latihan gabungan ini akan mengerahkan di antaranya 61 KRI, 30 unit tank amfibi PT-76, 55 unit panser amfibi/RRF, dan 2 unit hovercraft. Sedangkan Angkatan Darat antara lain mengerahkan 38 unit tank, 19 unit panser, 9 helikopter, dan 1 pesawat Cassa 212. Adapun TNI Angkatan Udara mengerahkan 24 pesawat tempur, 31 pesawat angkut, dan 13 pesawat helikopter dari berbagai jenis.
Latihan melibatkan 30.571 personel yang meliputi 2.418 personel dari Markas Besar TNI, 10.388 Angkatan Darat, 4.615 personel Angkatan Udara, dan 13.150 personel Angkatan Laut. Alat dan personel Angkatan Laut lebih banyak karena disesuaikan dengan skenario latihan, yakni untuk merebut dan menguasai kembali beberapa wilayah kedaulatan Indonesia yang diasumsikan telah diduduki musuh.
Latihan ini dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung hingga 28 April di Markas Divisi Infanteri-1/Kostrad Cilodong, Jawa Barat. Latihan itu tanpa pasukan dan alat utama sistem persenjataan, hanya melibatkan komandan dan perwira staf TNI. Sedangkan tahap kedua berupa gladi lapangan, yang dilaksanakan pada 1-20 Juni 2008 di Natuna dan Batam (Kepulauan Riau), Singkawang (Kalimantan Barat), serta Sangatta (Kalimantan Timur).
Persiapan Angkatan Laut menghadapi latihan gabungan, menurut Soemardjono, meliputi persiapan pasukan dan alat militer. Untuk pasukan, persiapan sudah dilakukan secara maksimal. “Mereka sudah latihan dengan baik. Tapi sambil menunggu diberangkatkan, latihan tetap dilaksanakan,” ujarnya.
Anton Septian
INDEKS BERITA LAINNYA :
|