Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemilu Legislatif Kemungkinan Diundur Satu Hari
Selasa, 29 April 2008 | 19:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Pemilihan Umum kemungkinan mengundurkan satu hari pelaksanaan Pemilu 2009 menjadi tanggal 6 April. Menurut anggota KPU I Gusti Putu Artha, besar kemungkinan partisipasi masyarakat akan menurun jika pemungutan suara dilaksanakan pada 5 April. Pada tanggal itu jatuh pada Ahad, saat warga kristiani beribadah. Selain itu, hari yang sama juga tepat perayaan Ceng Beng, warga Tionghoa berziarah ke makam keluarga.

KPU masih akan membicarakan kepastian tanggal pemilihan dalam rapat pleno. ”Tapi, pengunduran mengarah ke tanggal 6 April 2009,” ujar Putu saat dihubungi wartawan, Selasa (29/4).

Putu mengatakan, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo AS juga meminta KPU mempertimbangkan pengunduran waktu pemilihan dengan alasan serupa. Putu belum bisa memastikan waktu pengambilan keputusan soal hari pemilihan. KPU, kata dia, masih akan melihat berbagai tahapan yang bisa dipercepat sehingga memungkinkan penundaan waktu pemilihan.

Putu mengaku tak khawatir jumlah pemilih akan menurun karena libur panjang sejak Sabtu, 4 April, hingga Senin, 6 April. Justru, jumlah pemilih bisa meningkat. Alasannya, pemilih bisa kembali ke kampung halaman untuk ikut memilih.

Sebelumnya, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengatakan, lembaganya mempertimbangkan pengunduran waktu Pemilu anggota legislatif. Usulan pengunduran waktu pemungutan suara disampaikan Partai Damai Sejahtera. Ketua PDS Sabar Martin Sirait meyakini perolehan suara mereka dalam Pemilu 2009 akan berkurang cukup banyak. “Banyak umat kristiani beribadah pada hari itu,” katanya di kantor KPU.

Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi, Didik Suprianto, mendukung pengunduran waktu pemilihan. Menurut dia, bukan hanya pemilih yang jumlahnya menurun, melainkan sejumlah petugas pemungutan suara di lapangan juga akan mengalami kesulitan. “Misalnya di NTT, Sulawesi Utara, Maluku, atau sebagian Sumatera Utara. Kebanyakan petugas di sana beragama kristiani, dan mereka tidak boleh meninggalkan lokasi TPS,” ujarnya.

Pramono


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122225 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal
Polisi Sisir Kamar Mayat RSU Soetomo
Ryan dan Ariel Pernah Satu Tempat Kos
Menkum HAM Perbanyak Pemberian Remisi Narapidana
Tentara Siap Amankan Perbatasan RI – Timor Leste

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data