|
Gubernur Aceh: Penculikan WN Cina Murni Kriminal
Rabu, 30 April 2008 | 16:43 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyebutkan penculikan warga negara Cina di Gayo Lues, Nanggroe Aceh Darussalam murni tindakan kriminal. "Tidak terkait unsur politis, murni kriminal dengan motif uang, penculik meminta tebusan,? kata dia di Banda Aceh, Rabu (30/04).
Sebelumnya tujuh warga negara Cina diculik pada Sabtu malam pekan lalu. Mereka berada di Gayo Lues untuk kepentingan penelitian pencarian timah hitam. Penculik meminta tebusan Rp 300 juta. Tetapi kemudian penculik membebaskan sandera tanpa uang tebus pada Selasa (29/04), setelah kepolisian dan TNI mengepung tempat penculikan.
Sejauh ini penculik belum berhasil ditangkap. Irwandi menyebutkan, penculikan tidak terkait dugaan kelompok yang ingin menggagalkan perdamaian. Motif ekonomi menjadi latar penculikan.
?Mungkin karena banyak orang yang tidak punya pekerjaan di Aceh, sehingga tindakan kriminal seperti itu terjadi,? kata dia.
Dia menilai penculikan dan kriminal di Aceh sangat mengganggu iklim investasi. Sedikit tidaknya akan mempengaruhi investor sehingga enggan masuk Aceh. Tetapi di sisi lain, penanganan penegakan hukum yang bagus dan respon aparat keamanan yang cepat menjadi kepercayaan sendiri bagi pemodal. ?Selama ini respon aparat keamanan terhadap tindakan kriminal sudah mantap.?
Irwandi menyebutkan, selama ini kejahatan selalu ditangani setelah terjadi. Perlu diupayakan pemerintah dan semua masyarakat untuk mencegah kriminal. Salah
satunya dengan program pembangunan ekonomi masyarakat.
Irwandi juga meminta pemerintah pusat membantu dalam program reintegrasi di Aceh. Sehingga setelah
semua orang mendapat pekerjaan, kriminal tidak ada lagi di Aceh.
ADI WARSIDI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|