|
Muktamar Luar Biasa PKB Kubu Gusdur Diwarnai Kericuhan
Rabu, 30 April 2008 | 23:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Muktamar Luar Biasa Partai Kebangkitan Bangsa di Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor, Jawa Barat, berlangsung ricuh. Sejumlah pengurus wilayah menolak jadwal mutamar yang diajukan komite pengarah dan mengajukan interupsi.
Ketua PKB Provinsi Yogyakarta, Agus Wiyarto, meminta anggota komite pengarah yang diketuai Cecep Saefudin tak mengetok palu terlalu cepat. "Muktamar ini bukan hanya milik komite pengarah, tapi milik semua muktamirin," katanya.
Beberapa muktamirin tetap tak puas atas jadwal yang diajukan panitia. Sejumlah pengurus wilayah maju ke depan dan meminta. Bahkan beberapa peserta hampir berkelahi. Akhirnya, Cecep menskors rapat selama 15 menit.
Saat skorsing, suasana kian memanas. Sejumlah pengurus berteriak-teriak meminta perubahan jadwal. Panitia pun meminta anggota Garda Bangsa, organisasi massa PKB, menengahi kericuhan. Lalu, sejumlah pengurus pun menyanyikan shalawat. Suasana pun kembali tenang.
Akhirnya, rapat dibuka kembali. Cecep meminta Sekretaris Dewan Syuro, Muhidin Arubusman mengambil alih rapat. Saat ini, sidang mulai membahas tata tertib sidang pleno.
Ketua Panitia Pelaksana Muktamar, Effendy Choirie, menilai pemilihan ketua umum dewan tanfidz PKB sulit dilakukan malam ini. "Kalau terus-terusan interupsi, bisa-bisa baru besok dipilih," katanya.
PRAMONO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|