|
Muktamar Luar Biasa
Yeni Menolak Dicalonkan Sebagai Ketua Umum PKB
Kamis, 01 Mei 2008 | 12:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Jenderal PKB Zannuba Arifah Chafsoh menolak dicalonkan sebagai ketua dewan tanfidz. Yeni Wahid, panggilan Zannuba, meminta Dewan Pengurus Wilayah PKB memilih caon lain.
"Saya minta anda mendukung sahabat saya, Ali Masykur Musa," katanya dalam Muktamar Luar Biasa PKB di Pesantren Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/5).
Keputusan ini, kata Yeni, seperti ketika Ketua Umum Dewan Syuro Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memintanya menjadi calon anggota DPR dalam Pemilu 2004. Saat itu, kata Yeni, Yeni menolak karena tak mau ayahnya dinilai nepotisme. "Bagi saya, yang terpenting adalah kemuliaan nama Abdurrahman Wahid," katanya.
Dalam pandangan umum DPW yang diselenggarakan Rabu (30/4) hingga Kamis dini hari, sebanyak 11 DPW mencalonkan Yeni. Sedangkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat, Muamir Syam, mendapat dukungan dari enam DPW. Sebanyak 13 DPW menyerahkan keputusan kepada Ketua Umum Dewan Syuro, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Dua DPW menyerahkan keputusan kepada Muktamar Luar Biasa, sedangkan Yogyakarta meminta para mutamirin tak memilih calon yang terlibat konflik partai. Tak ada DPW yang mencalonkan Ali Masykur Musa.
Menurut Yeni, Ali Masykur Musa lebih cocok menjadi ketua dewan tanfidz. Ali, kata Yeni, merupakan pendukung setia Gus Dur.
Selain itu, lanjut Yeni, PKB juga telah mengajukan perubahan posisi ketua umum dewan tanfidz yang dipegang Muhaimin Iskandar ke Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. "Proses konsolidasi menjelang Pemilu 2009 juga lebih mudah jika dipegang Mas Ali," katanya.
Gus Dur yang juga ayah Yeni, mengaku menerima keputusan tersebut. Ia juga mengatakan menerima keputusan DPW yang lebih banyak menyerahkan jabatan ketua dewan tanfidz kepadanya.
PRAMONO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|