|
Perbatasan Indonesia-Timor Leste Rawan Penyelundupan
Kamis, 01 Mei 2008 | 19:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao mengakui penjagaan di perbatasan antara Timor Leste dan Indonesia masih lemah. Kepolisian Timor Leste, menurut dia, belum bekerja secara optimal dalam mengawasi penduduk yang melintasi perbatasan kedua negara. ”Banyak jalan 'tikus' di perbatasan yang digunakan untuk penyelundupan kebutuhan pokok,” kata Xanana saat berkunjung ke kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah, Kamis (1/5).
Menurut Xanana, salah penyebab maraknya penyelundupan karena tidak adanya pasar kebutuhan pokok di wilayah perbatasan Timor Leste. Penduduk Timor Leste, kata dia, kerap melintasi perbatasan demi memenuhi kebutuhan pokok.
Untuk mencegah penyelundupan, pemerintah Timor Leste berencana membangun pasar di wilayah perbatasan negaranya. Selain itu, ia juga akan meminta pemerintah Indonesia untuk membangun pasar sejenis di wilayah Indonesia. ”Kalau ada pasar di sana, mereka tak akan melintasi perbatasan,” ujarnya.
Lemahnya kemampuan kepolisian Timor Leste juga diakui oleh Menteri Pertahanan Timor Leste Julio Tomas Pinto yang mendampingi Xanana, Kamis siang itu. Untuk meningkatkan kinerja mereka, kata Pinto, pemerintahnya telah membuat kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan dengan pemerintah Indonesia. ”Salah satunya, Indonesia diminta memberikan pelatihan kepada polisi dan tentara Timor Leste,” ujar alumni Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Anton Septian
INDEKS BERITA LAINNYA :
|