Departemen Pendidikan Minta Guru Jujur saat Ujian Nasional
Sabtu, 03 Mei 2008 | 08:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Baedhowi meminta guru jujur dalam ujian nasional. "Jangan ada lagi yang curang, cukup sudah kasus ujian nasional sekolah menengah atas," kata Baedhowi melalui telepon hari ini.
Keterlibatan guru dalam pembocoran soal ujian nasional dan kecurangan lainnya terungkap di banyak tempat.
Kepolisian Resor Kota Makassar Timur, misalnya, telah meminta keterangan lima kepala sekolah Rabu lalu. Mereka diperiksa berkaitan dengan dugaan kecurangan dalam ujian nasional sekolah menengah atas yang digelar 22-24 April lalu. Selain kepala sekolah, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan Saleh Gottang diperiksa.
Di Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, 16 guru serta kepala sekolah ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 ketika memperbaiki jawaban murid.
Tim pemantau ujian dari Indonesia Corruption Watch (ICW) juga menemukan banyak kasus pelanggaran. Di Batam, umpamanya, soal matematika beredar sehari sebelum pelaksanaan ujian nasional.
Menurut Baedhowi, banyaknya guru dan kepala sekolah yang tertangkap, “Mestinya jadi pelajaran bagi guru lainnya.”
Reh Atemalem Susanti





