Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Laporan Pertanggungjawaban Muhaimin Diterima
Sabtu, 03 Mei 2008 | 16:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Laporan pertanggungjawaban pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa dalam Muktamar Luar Biasa di Hotel Mercure Ancol diterima. Sejumlah 31 Dewan Pimpinan Wilayah PKB menerima laporan yang disampaikan Ketua Umum Dewan Tanfidz Muhaimin Iskandar tengah malam (2/5).

"Laporan pertanggungjawaban diterima dan tidak ada catatan," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Ida Fauziyah di Hotel Mercure, Ancol, Sabtu (3/5).

PKB kubu Muhaimin menyelenggarakan Muktamar Luar Biasa mulai 2 hingga 4 Mei. Sebelumnya, PKB kubu Abdurrahman Wahid menyelenggarakan MLB di Parung, Bogor. Hasilnya, Ali Masykur Musa terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Tanfidz.

Ida mengatakan hampir seluruh DPW menolak pengunduran diri Ketua Umum Dewan Tanfidz Muhaimin Iskandar. Selain itu, sebagian besar DPW meminta Muhaimin untuk dipilih kembali sebagai Ketua Umum Dewan Tanfdiz. "Ada DPW yang menyarankan Muhaimin didampingi Sekretaris Jenderal Lukman Edy. Tidak ada DPW yang mengusulkan nama selain Muhaimin," ujarnya.

Dalam pemandangan umum DPW, sebagian ingin mempertahankan Gus Dur sebagai Ketua Umum Dewan Syuro. Namun, DPW Lampung ingin Gus Dur diberhentikan sebagai Ketua Umum Dewan Syuro. Usul itu ditanggapi oleh Ketua DPC Konawe. "Saya tidak sepakat kalau ada yang menghujat Gus Dur karena dia orang tua kita, bapak kita. Ini bukan forum untuk menghujat dan gontok-gontokan," kata Ketua DPC Konawe, Mustari.

Sebelumnya, Muhaimin Iskandar menyatakan ideologi partai politik di PKB terganggu oleh makelar yang menjalankan transaksi politik. Sekitar satu tahun terakhir, ujarnya, surat keputusan terkait cabang PKB ditransaksikan. "Bahkan DPC Ngawi mau dikasih SK. Syaratnya Rp 50 juta," ujarnya.

Dia mengatakan Sigit Haryo Wibisono dan Muslim Abdurrahman merupakan sumber persoalan di internal PKB. Bahkan, Muslim menjabat lima jabatan dalam satu waktu. "Superman pun tidak akan mampu, kecuali dia mau merusak partai," tuturnya.

Menurut dia, pengurus terpaksa 'tiarap' selama delapan bulan untuk menjaga soliditas partai. Namun, sikap tersebut justru berakibat dirinya diminta mundur dalam rapat pleno gabungan pada 26 Maret lalu. "Dan atas istikharah yang saya lakukan, akhirnya saya menyatakan mundur atau tidak mundurnya saya bukan karena dipaksakan namun atas kehendak pribadi," katanya.

Muhaimin mengatakan dirinya dan para pengurus PKB dikenai tiga tuduhan. Pertama, Lukman Edy ingin menduduki jabatan tertentu di PKB. Pernyataan itu disampaikan Lukman dalam kongres Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia di Batam. Kedua, surat dari Pengurus Besar Al Khairat Palu, Sulawesi Tengah, menyatakan Muhaimin ingin menggulingkan Gus Dur dengan mengumpulkan pengurus DPC di Indonesia Timur. Lukman Edy mendukung Muhaimin dengan mengucurkan dana sebesar Rp 90 juta. "Surat itu yang mengadu domba saya dengan Gus Dur dan para kiai. Fitnah itu batal dan tidak terbukti," katanya.

Selain itu, Muhaimin dituduh menjadi kaki tangan pemerintah. Menurut dia, hubungan dan komunikasi dengan pemerintah harus intensif dilakukan terkait jabatan Ketua Umum PKB dan Wakil Ketua DPR. "Saya katakan ketua umum mana pun harus bermain ganda untuk partai dan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Muhaimin menyatakan dirinya tidak pernah melanggar anggaran dasar/anggaran rumah tangga selama menjabat Ketua Umum Dewan Tanfidz. Dia pun memutuskan mengembalikan struktur DPP PKB sesuai hasil muktamar kedua di Semarang. Selain itu, Muhaimin ingin mengembalikan struktur Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz sebagai eksekutif dan legislatif PKB. Dia menegaskan, Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz tidak berhak saling memecat. "Saya memutuskan untuk terus berjuang," katanya.

Saat menyampaikan laporan pertanggungjawaban, Muhaimin didampingi Lukman Edy, Ida Fauziyah, Helmy Faisal, Marwan Ja'far, Abdul Kadir Karding, Erman Soeparno, Ahmad Niam Salim, Andi M. Ramlu, dan Bachruddin Nasory.

KURNIASIH BUDI

Dari Arsip Majalah TEMPO
Episode Pisah Ranjang PKB | 24 November 2003
Politikus Fenomenal yang Terlupakan  | 17 November 2003
Repotnya Menegur Gus Dur  | 22 September 2003
Bersatu Melawan Gus Dur | 15 September 2003
Paman-Keponakan Siap ke Pengadilan | 08 September 2003
Pesta yang Tertunda  | 14 Juli 2003
Akal Sehat dari Pati  | 14 Juli 2003
Alih Nama PKB  | 23 Juni 2003
Kali ini, Matori Menang  | 02 Juni 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ketidakhadiran Gus Dur Tak Kurangi Legalitas Muktamar Luar Biasa
PKB Jawa Tengah Terbelah Sikapi Dua Muktamar
DPC PKB Se-Jateng Bahas Dua Musyawarah
Garda Bangsa Jaga Ruang Fraksi Kebangkitan Bangsa
Pengurus Wilayah PKB Tandatangani Dukungan
Gus Dur Bersikukuh Pecat Muhaimin
Yenny Wahid Berpeluang Gantikan Muhaimin
PKNU Lantik Pengurus Daerah
Dua Bupati Pimpin PKB Jawa Timur
Laskar Kebangkitan Bangsa Sayangkan Dominasi Keluarga di PKB
> selengkapnya...

Referensi

UU No. 31/2002 tentang Partai Politik
UU No. 2/1999 tentang Partai Politik
UU No. 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik

Website

Partai Kebangkitan Bangsa

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122407 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Jawa Barat Lanjutkan Program Subsidi Kedelai
Hermawan Sulistyo Galang Golput Di Jawa Timur
Ralahalu-Assagaf Unggul dalam Pilkada Maluku
Pansus Pemekaran Bogor Barat Dibentuk
Kaum Muda Timor Leste Tuntut Pembebasan Mahasiswa

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data