Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

PKB Kubu Muhaimin Segera Bawa Hasil Muktamar ke Departemen Hukum
Minggu, 04 Mei 2008 | 12:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Partai Kebangkitan Bangsa kubu Muhaimin Iskandar berharap Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia hanya menerima hasil muktamar luar biasa yang diselenggarakan di Hotel Mercure, Jakarta. ”Saya harap Menteri Hukum dan HAM mengakui muktamar ini,” ujar Ketua Umum Dewan Tanfidz Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar di Hotel Mercure, Jakarta, Minggu (4/5).

Muhaimin mengatakan, hasil muktamar ini segera disampaikan ke Departemen Hukum dan HAM. Rencananya, Partai Kebangkitan Bangsa kubu Muhaimin ini akan menyerahkan hasil muktamar pada Senin (5/5) besok.

Konflik internal PKB berawal dari keputusan rapat pleno yang memberhentikan Muhaimin sebagai Ketua Dewan Tanfidz PKB. Muhaimin menolak mundur. Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid atau Gus Dur kemudian menyelenggarakan muktamar luar biasa untuk menunjuk ketua Dewan Tanfidz yang baru. Muktamar diselenggarakan di Parung, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (30/4) hingga Kamis (1/5). Muktamar PKB kubu Gus Dur memilih Ali Masykur Musa menggantikan Muhaimin sebagai ketua dewan Tanfidz PKB. Selang sehari setelah muktamar PKB kubu Gus Dur usai, PKB kubu Muhaimin juga menggelar muktamar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta.

Muhaimin mengatakan, muktamar yang digelar di Ancol sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai. Perihal tudingan yang dilontarkan kubu Gus Dur bahwa hasil muktamar di Ancol tidak sah karena tidak sesuai dengan anggaran dasar partai, Muhaimin mengatakan, ”Biar masyarakat yang menilai.” Muhaimin sendiri menganggap konflik internal PKB sudah selesai. ”Pemilu tinggal satu tahun lagi, tidak ada waktu lagi.”

Muhaimin berharap pertikaian yang terjadi di tubuh partai tidak berlarut-larut. Sebelum dibawa ke pengadilan, ia berharap sudah ada titik temu. Ia memastikan dalam kepemimpinannya tidak akan melakukan pemecatan. “Kami akan menyatukan kekuatan-kekuatan yang berbeda pendapat.”

Dwi Riyanto Agustiar


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122433 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data