Ketua Dewan Syuro Janji Lanjutkan Tradisi Politik NU
Minggu, 04 Mei 2008 | 13:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Umum Dewan Syuro hasil Muktamar Luar Biasa Partai Kebangkitan Bangsa Kubu Muhaimin, Abdul Aziz Mansyur, mengatakan dirinya akan melanjutkan tradisi politik Nahdlatul Ulama (NU). ”Kami mewarisi politik kyai-kyai NU yang hebat-hebat,” ujarnya saat menutup Muktamar Luar Biasa di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu (4/5).
Muktamar Luar Biasa yang digelar kubu Muhaimin berakhir pukul 12.30 WIB. Abdul Aziz Mansyur mengatakan, selain melanjutkan tradisi politik NU, ia juga akan mengembalikan peran ulama kepada rakyat. Selama ini ulama terkesan ekslusif. ”Selama ini seperti siluman. Ada nama tapi tidak ada wujudnya,” kata dia.
Ia mengajak semua unsur di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa bersama-sama membesarkan partai. Seperti diketahui, Partai berlambang sembilan bintang ini pecah dua. Satu pihak mendukung Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan pihak lain mendukung Muhaimin Iskandar. Pangkal perpecahan adalah pemecatan Muhaimin dari kursi Ketua Umum Dewan Tanfidz.
Muhaimin menolak mundur. Ia justru membuat muktamar luar biasa tandingan dan menggusur Abdurrahman Wahid dari kursi Ketua Umum Dewan Syuro. Abdul Aziz Mansyur subuh tadi dipilih menggantikan Abdurrahman Wahid. Dalam pidato penutupannya, Abdul Aziz Mansyur menolak berterimakasih kepada peserta muktamar yang memilihnya. "Saya tidak mengucapkan terima kasih. Saya disuruh mikul gunung. Ini amanah,” ujarnya.
Dwi Riyanto Agustiar





