Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

25 Juta Penduduk Indonesia Diperkirakan Menderita Asma
Selasa, 06 Mei 2008 | 14:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sepuluh Persen dari 250 juta penduduk Indonesia diperkirakan menderita asma. Penyebab penyakit ini terutama lebih disebabkan oleh perilaku hidup dan lingkungan bila dibandingkan faktor genetis. Namun hingga saat ini Departemen Kesehatan belum bisa memastikan berapa besar prevalensi penyakit asma.

“Jumlah penderita asma diperkirakan 10 persen dari jumlah penduduk Indonesia, tapi belum pasti masih berdasarkan survelance,” ujar Direktur Penyakit Tidak Menular Yusharmen di sela-sela acara peringatan Hari Asma Sedunia, di Auditorium Utama Departemen Kesehatan, Selasa siang (6/5).

Dia menjelaskan, ada tiga penyebab utama yang mengakibatkan kambuhnya penyakit asma, yaitu alergi yang diakibatkan oleh suhu udara, cuaca atau makanan. Lingkungan, yang bisa diakibatkan oleh polusi udara dan rokok. Serta perilaku individu yang tidak hidup bersih maupun tidak mengkonsumsi makanan bergizi.

Yusharmen menambahkan, 70 persen timbulnya penyakit asma diakibatkan oleh perilaku individu yang memiliki gaya hidup tidak bersih. Sedangkan faktor genetis penyebab asma hanya berperan sebanyak 30 persen.

Ketua Yayasan Penyantun Anak Asma Indonesia (YAPNAS), Nunung Rahayu, yang juga dokter asma bagi anak menyatakan, setiap anak bisa memiliki bakat asma yang besar apabila kedua orang tuanya membawa gen asma.

“Apabila Ibu hamil terkena asma, maka anak, 45 persen pasti menderita asma," ujarnya. Apabila bapaknya yang membawa gen asma, kemungkinan anak terkena asma 30 persen. "Jadi kalau dua-duanya yang terkena asma 75 persen anak pasti menderita asma,” ujar Nunung.

Hingga saat ini pengobatan penyakit asma bagi pasien tidak mampu masih disubsidi pemerintah sebagian melalui program Jamkesmas. Cheta Nilawaty


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

60 Ribu Warga Mimika Menderita Malaria
Lima Dokter Spesialis Tangani Bocah Bersisik
Kulit Bersisik Ari Bawaan Dari Lahir
Bocah Bersisik Dirawat di Rumah Sakit Umum Tangerang
Ledakan Penyakit Kanker Ancam Negara Berkembang
Tangerang Sepakati Kerjasama Kesehatan Lintas Batas
Dokter Mulai Periksa Dede "Manusia Pohon"
Menkes Perintahkan “Manusia Pohon” Dirawat
Dua Anak Meninggal akibat DBD di Palu
Semua Pasien Penyakit Misterius Diizinkan Pulang
> selengkapnya...

Referensi

Perang
Polio Impor di Sukabumi (II)
Polio Impor di Sukabumi

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122561 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

IPB Kembangkan Sentra Benih Kedelai di Luar Jawa
Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data