|
Kalla Anggap Kenaikan BBM Perlu Didukung
Rabu, 07 Mei 2008 | 12:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan penentang rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sama artinya golongan yang mengurangi rezeki orang miskin.
"Setiap demo yang menentang kenaikan BBM akan mengurangi rejeki bagi golongan masyarakat miskin di Indonesia," kata Kalla seusai membuka Seminar Peace Proceses In Indonesia di Hotel Four Season Jakarta Rabu (7/6).
Pasalnya, kata Kalla, kenaikan BBM bersubsidi merupakan mekanisme transfer dana dari orang berpenghasilan tinggi ke masyarakat miskin. "Kalau subsidi terus naik yang menikmati orang-orang kaya itu, jadi di naikkan sedikit harganya," kata Kalla.
Kalla menjamin kenaikan tidak akan melebihi persentase sebesar 30 persen. Dari hasil kenaikan ini, sekitar 50 persen atau sebesar Rp 15 trilun akan mampir ke anggaran pendapatan dan belanja negara selebihnya dialokasikan untuk bantuan langsung tunai. "Tidak ada niat pemerintah menambah beban atau menyengsarakan rakyat," kata Kalla.
Besaran kenaikan, kata Kalla, sudah disesuaikan tingkat kemampuan masyarakat dan tingkat beban yang bisa dikurangi dalam APBN.
Anton Aprianto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|