|
Kalla Tak Khawatir Turun Popularitas Seiring Kenaikan BBM
Rabu, 07 Mei 2008 | 21:11 WIB
TEMPO Interaktif, Balikpapan:
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan ia tidak mengkawatirkan kemungkinan rusaknya popularitas seiring kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Menurutnya, popularitas seseorang tidak ada kaitannya dengan permasalahan kenaikan harga BBM. "Megawati saja tetap kalah pemilu, padahal waktu itu dirinya tidak menaikan harga BBM," ujarnya kepada wartawan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (7/5) malam.
Kalla mengatakan kenaikan harga BBM sudah tidak terhindarkan lagi. Kenaikan harga minyak mentah dunia terlalu membebani keuangan negara, sehingga berdampak negatif terhadap perekonomian nasional.
Apalagi, katanya, harga BBM dalam negeri termasuk paling murah untuk ukuran negara-negara Asia. Indonesia menempati urutan ketiga sebagai negara yang termurah harga BBM nya di bawah Iran dan Arab Saudi.
"Kita ini paling murah di Asia, di bawah Iran dan Arab Saudi. Sehingga wajar naik harga sekarang ini," tuturnya.
Sekarang ini, kata Kalla, pemerintah tengah membahas persentase kenaikan harga BBM. Selanjutnya, pemerintah secepatnya mengumumkan rencana kenaikan harga BBM kepada masyarakat. S.G. Wibisono
INDEKS BERITA LAINNYA :
|