Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Mahathir: Tanamkan Budaya Malu
Sabtu, 10 Mei 2008 | 14:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahadthir Mohamad, mengatakan perasaan malu selayaknya disemai sejak awal, agar kita bisa maju dan terus memperbaiki kualitas hasil kerja. "Contohlah orang Jepang," ujarnya saat memberi orasi ilmiah kepada wisudawan Universitas Pancaila di Jakarta hari ini.

Menurutnya, berkat budaya malu itulah Jepang bisa bangkit dari keterpurukannya setelah Perang Dunia II. Rasa malu hanyalah satu contoh nilai hidup yang dapat memajukan suatu bangsa. Mahathir menyebutkan nilai lain, yaitu kesepahaman akan pentingnya ilmu pengetahuan, tanpa mempermasalahkan dari mana asalnya.

Masyarakat Islam, katanya, mengalami masa keemasan saat mereka belajar bahasa Yunani dan India, agar bisa menterjemahkan dan memahami buku-buku ilmu pengetahuan. Bangsa Eropa pun tercerahkan saat mereka mulai belajar dari literatur Islam. "Kejayaan Islam lenyap saat muncul fatwa pelarangan pengajaran ilmu-ilmu yang dianggap tidak Islami," sesal Mahathir.

Selepas orasi ilmiahnya, Mahathir menegaskan juga perlunya mendidik guru yang cakap. "Hanya guru yang cakap yang dapat menyampaikan pendidikan berkualitas," paparnya.

Soal pendidikan, kata Mahathir, Indonesia tak perlu sungkan belajar dari negeri jiran yang tadinya berguru pada Indonesia itu. Malaysia menempatkan edukasi sebagai prioritas. Tiap tahun lebih dari 25 persen anggaran belanja mereka diperuntukkan bagi pendidikan, meski konstitusi tidak mewajibkannya.

Menurut Siswono Yudo Husodo, Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Pancasila, keseriusan Malaysia akan pendidikan juga terlihat dari fakta bahwa mayoritas perdana menteri negeri itu sebelumnya pernah menjabat sebagai menteri pendidikan.

Bunga Manggiasih


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Politeknik Banyuwangi Segera Dibangun
34.347 Calon Mahasiswa Ikuti Ujian Masuk UGM
Kampus Unhalu Rusuh, Satu Mobil Dibakar
Sudah 40 Persen PTS Gulung Tikar
Trisakti Buka Program Magister CSR
Universitas Muhammadiyah Malang Raih Empat Penghargaan
ITB Buka American Corner
Dekan Ancam Bubarkan Silvagama
Universitas Mulawarman Belum Siap Jadi Badan Hukum
5.653 Mahasiswa Universitas Mulawarman Tak Bisa Ujian
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [4]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122830 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data