Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Juwono: Namru-2 Tak Lakukan Operasi Intelijen
Minggu, 11 Mei 2008 | 16:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan Naval Medical Research Unit-2 (Namru 2) bukan operasi intelijen Amerika Serikat di Indonesia. Alasannya, Namru-2 hanya badan pelaksana unit penelitian Angkatan Laut Amerika Serikat.

"Namru-2 bukan mata-mata," kata Juwono di sela resepsi pernikahan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah, Ahad (11/5).

Dalam sebulan terakhir, keberadaan laboratorium milik Angkatan Laut Amerika yang telah beroperasi sejak 1970 itu dipersoalkan banyak pihak. Selain asas manfaatnya dipertanyakan, laboratorium itu dituding melakukan aktivitas intelijen.

Untuk mengurangi kontroversi, Juwono menyarankan agar
dokter dari Angkatan Laut Indonesia dilibatkan dalam penelitian Namru-2. "Dari Angkatan Laut harus disertakan mengawasi, meneliti, dan mendapat manfaat dari penelitian itu," ujarnya.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Sumardjono beberapa waktu lalu menyatakan kesiapannya untuk dilibatkan dalam proyek Namru-2.

Soal perpanjangan kerjasama Namru-2 yang telah habis sejak tahun 2000, menurut Juwono, Departemen Pertahanan, Departemen Luar Negeri, dan Departemen Kesehatan masih mengevaluasinya. KURNIASIH BUDI


Dari Arsip Majalah TEMPO
"Jika Pemilu Gagal, Indonesia Diabaikan AS"  | 04 Mei 1999
Makin Tak Suka pada Abang Sam  | 16 Juni 2003
Saatnya ’Tango’, Tuan Rummy  | 05 Mei 2003
Boikot Sekarang, Merana Kemudian  | 07 April 2003
Boikot Sekarang, Merana Kemudian  | 07 April 2003
Boleh Boikot, Asal Tak Memaksa  | 31 Maret 2003
Main Petak Umpet di Amerika  | 17 Maret 2003
Yang Terusir dari Negeri Impian  | 17 Pebruari 2003
Wawancara Dengan Duta Besar AS ... | 17 Juli 1976
Wawancara Dengan Duta Besar AS ... | 17 Juli 1976
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Bertemu Panglima Amerika
Menteri Agama: Muliakan Bush Sebagai Tamu
Menteri Pertahanan AS ke Indonesia 6 Juni
Pemerintah Pertanyakan Dana Flu Burung AS
MMI Curigai Kunjungan Rice Bahas Ba'asyir
Senator Russ Feingold Bertemu Presiden
Suku Cadang Produk AS Pasca Embargo Diverifikasi Dulu
Mini Security Dialog AS-Indonesia Pasca Embargo
Washington Tunggu Proses Hukum Anthonius Wamang
RI Berharap Penangkapan Wamang Dekatkan Jakarta ke Amerika
> selengkapnya...

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122851 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data