Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Perguruan Tinggi Negeri Wajib Bebaskan Biaya Pendidikan Siswa Berprestasi
Senin, 12 Mei 2008 | 16:26 WIB

TEMPO Interaktif,
Surabaya
:Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menekankan pada perguruan tinggi penerima dana APBN agar membebaskan biaya pendidikan bagi siswa yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional.

”Ketimbang melalui penelusuran bakat, mereka yang menerima medali sudah luar biasa berbakat,” kata Bambang kepada wartawan dalam acara silaturahmi dengan pimpinan Media di Jawa Timur yang diselenggarakan dalam rangka Hardiknas di Hotel Sangrilla, Ahad malam (11/5).

Pemerintah, ia melanjutkan, wajib memberikan perhatian khusus pada siswa yang berprestasi, apapun jenjangnya.
Kalau seorang pelajar berprestasi di tingkat kabupaten atau kota, kata Bambang, bupati atau walikota wajib memberikan penghargaan. Kalau di tingkat propinsi menjadi tanggung jawab gubernur, sedangkan di tingkat nasional atau internasional menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. "Itu sudah ditetapkan dalam peraturan menteri pendidikan. Ada alokasi dana untuk mereka setiap tahun sebesar Rp 100 miliar."

Bambang tidak terlalu merisaukan dengan banyaknya siswa berprestasi dalam tingkat internasional dalam mata pelajaran tertentu yang akhirnya memilih melanjutkan pendidikan di luar negeri karena mendapat tawaran beasiswa. ”Kalau ada yang nerima beasiswa dari Nanyang Universit, misalnya, ya biarkan saja. Kita akan terus memproduksi anak-anak pintar seperti itu,” ujarnya.

Hingga 2007 tercatat ada 51 anak Indonesia berhasil meraih medali emas pada olimpiade internasional. Jumlah itu menempatkan Indonesia penerima medali terbanyak ke dua setelah Cina di tingkat Asia. Yekthi HM

Dari Arsip Majalah TEMPO
Si Jenius yang Religius | 11 April 2005
Album | 28 Pebruari 2005
Berpacu Melawan Keterbatasan | 31 Januari 2005
Yang Bangkit di Bawah Tenda | 31 Januari 2005
Surat Pembaca | 24 Januari 2005
Berprestasi atau Tidak, Tergantung Ibu  | 29 Desember 1998
Nasib Mahasiswa  | 29 Desember 1998
Guru Autisme  | 22 Desember 1998
Dilatih Berani Bertanggung Jawab  | 22 Desember 1998
Carilah Pemimpin Sampai ke Amerika  | 22 Desember 1998
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Guru Daerah Terpencil Raih Penghargaan dari Presiden
Pendaftaran Seleksi Nasional Mahasiswa Digelar Juni
Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Magang ke Australia
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kendari Terancam Dipecat
Pendidikan Gratis Terkendala Subsidi
Biaya Pendidikan Diminta Memakai Sistem Subsidi Silang
Jumlah Guru Bersertifikat di NTB Masih Sedikit
Banten Masih Berstatus Merah Buta Aksara
Guru SMP Aniaya Belasan Siswa Hingga Pingsan
UI Tutup Program Diploma Tiga di Fakultas
> selengkapnya...

Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk122919 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Jenazah Sophan Sophiaan Tiba Di Rumah Duka
Jenazah Sophan Tiba Di Bandara Soekarno Hatta
DKI Sisir Kawasan Radio Dalam
Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan
Menabrak Pakem Seni Trimatra

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data