close

66 Partai Politik Calon Peserta Pemilu 2009

Selasa, 13 Mei 2008 | 02:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Pemilihan Umum mengumumkan sebanyak 66 partai politik menjadi calon peserta Pemilu 2009. Anggota KPU, Ketua Kelompok Kerja Verifikasi Partai Politik, Andi Nurpati Baharuddin, mengatakan KPU belum meneliti kembali keabsahan pendaftaran partai politik itu.

?Kami akan meneliti kembali data pendaftaran ini,? katanya dalam jumpa pers di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (13/3) dini hari tadi.

Partai terakhir adalah Partai Republikan. Partai ini mendaftar lebih dari pukul 00.00. Tapi, KPU tetap menerima pendaftaran Partai Republikan. ?Mereka sudah di kantor KPU sebelum pukul 00.00. Mereka baru bisa dilayani setelah waktu lewat,? kata dia.

Jumlah 66 partai, kata Andi, termasuk partai berpengurus ganda. ?Dua pengurus yang mendaftar tetap kami hitung satu partai,? katanya.

Beberapa partai memang didaftarkan dua kali karena ada dua kepengurusan. Misalnya, Partai Nasional Indonesia Marhaenisme dan Partai Kebangkitan Bangsa. KPU, kata Andi, juga belum mengklasifikasikan partai tersebut dalam kategori partai yang harus diverifikasi atau tak perlu diverifikasi.

Berdasarkan Undang-undang No 10 tahun 2008, ada 16 partai yang langsung menjadi peserta Pemilu 2009 karena memiliki wakil di DPR. ?Yang jelas, verifikasi awal dilakukan di internal KPU,? katanya.

Anggota KPU I Gusti Putu Artha mengatakan KPU akan memberikan waktu bagi partai politik memperbaiki syarat administrasi selama tujuh hari. Jika tak lolos verifikasi administrasi, partai tak bisa mengikuti verifikasi faktual.

Berdasarkan jadwal KPU, verifikasi administrasi dimulai pada 10 April-30 Mei. Sedangkan verifikasi faktual pada 3 Juni-2 Juli 2008. Rencananya, KPU akan menetapkan partai peserta Pemilu 2009 pada 5 Juli 2008.

PRAMONO

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [6] :

  • Bagaimana dengan mahasiswa?

    Sudah lama pemerintah me"wajib"kan pemilu.. tapi apa mereka tidak melihat sisi dari mahasiswa.. saya dari universitas swasta yang dari Surabaya, yang tidak pernah absen dari pemilihan karena itu memang wajib.. tetapi ketika saya bertanya kepada rekan-rekan saya mahasiswa, mereka menjawab malas, malas pulang kampung, malas datang ke TPS.. kenapa pemerintah tidak memberi motivasi kepada setiap universitas swasta yang ada.. karena kesadaran dari universitas swasta khususnya adalah sangat minim.

  • Emang gue pikirin

    emang gue pikirin, bodo amat, si amat aja kaga bodoh

  • Komentar pemilu

    jangan golput sebagai warga negara harus tanggungjawab terhadap kemajuan bangsa sendiri....jadi jangan golput

  • Dcs dprd kota bogor

    ambil uangnya dan pilih calon yg benar2 anda kenal. dan marilah pilih dan beri kesempatan pd calon2 baru,bukanya calon2 yg pernah meraskn dan ingin merasakan lg menduduki bngku2 anggota DPRD Kota Bogor pada periodeny.

  • Jadikan kader pemimpin setiap parpol yang cedas

    bwt yang membaca siapapun itu..
    bahwasannya,pemimpin itu haruslah cerdas. jangan hanya ngomong saj pintarnya. tapi tindakan la yang harus di ikutsertakan. artinya tindakan yang bersifat membangun dan sehat.

1 2
Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan