Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Program Seribu Toko Buku Diluncurkan
Rabu, 14 Mei 2008 | 14:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Para pengusaha buku yang tergabung dalam Gabungan Toko Buku Indonesia (GATBI) mencanangkan pengadaan 1.000 toko buku di seluruh Indonesia. Pembangunan toko buku khususnya untuk daerah-daerah yang belum memiliki toko buku dimulai pada tahun 2008 ini.

“Wakil Presiden mendukung program ini, bentuk dari toko buku ini masih akan disempurnakan. Untuk tahap awal akan memakai mobil keliling” Kata Ketua Umum GATBI Firdaus Oemar kepada watrawan seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Rabu (15/5).

Konsep pengembangan yang akan digunakan dalam program ini, Firdaus melanjutkan, adalah dua unit toko buku di tiap kabupaten atau kotamadya. Untuk menjangkau daerah-daerah terpencil, bentuk toko buku yang akan diterapkan kemungkinan besar dalam bentuk mobil keliling. “Ini untuk membantu mendekatkan masyarakat dan sekolah,” ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Ikatan Penerbit Buku Indonesia (IKAPI) menyatakan buku-buku yang akan diedarkan di daerah akan lebih banyak membaca muatan lokal. “Promosi buku lokal masih kurang sehingga masyarakat Indonesia terbuai dengan adanya buku produksi luar negeri khususnya cerita anak-anak,” kata Ketua Umum IKAPI Setia Dharma Madjid

Pihaknya masih melakukan pengkajian dan penelitian tentang jenis muatan lokal mana yang diminati oleh masyarakat di daerah. ”Karena kalau mengetahui selera konsumen, bisa jadi ini serapannya tinggi,” kata Setia. Dari 700 buku yang memiliki muatan lokal, 50 buku sudah diminta copyrightnya.

Pada kesempatan ini, IKAPI juga meminta supaya isi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional) No 2/2008 dikaji kembali karena ada pasal berbenturan. Dalam aturan ini, hak cipta buku bisa dibeli dan disebarluaskan lewat internet, namun di sisi lain siapa saja dapat menggandakan naskah buku di Internet.

“Wakil Presiden meminta kami untuk mengadakan komunikasi dengan Menteri Pnedidikan Nasional Bambang Sudibyo guna membahas masalah tersebut,” kata dia. Anton Aprianto


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123047 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pendidikan Anti Korupsi Untuk Siswa
Sutjipto Klaim Menangkan Pilgub Jawa Timur
Ka-Ji akan Gandeng PKB, Golkar, PDI P untuk Putaran Kedua
Bekasi Kaji Pembangunan Listrik Tenaga Gas
Identitas Korban Danau Sunter Sedikit Terkuak

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data