Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kalla: Tak Pernah Ada Konflik Benar-benar Karena Agama
Rabu, 14 Mei 2008 | 21:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa agama tidak pernah menjadi penyebab munculnya konflik yang pernah terjadi di Indonesia, misalnya seperti yang terjadi di Ambon dan Poso.

"Semua karena ketidakseimbangan politik dan ekonomi, kondisi ketidaksiapan ketika demokrasi digulirkan," kata Kalla di depan para tokoh agama 12 negara yang menghadiri Pre Assembly Meeting
Asian Confrence On Religions For Peace di Hotel Atlet Century Rabu malam (14/5).

Semakin besarnya konflik di dua daerah itu, ujar Kalla, karena solidaritas yang memakai agama, sehingga konflik seolah-olah penyebabnya adalah perbedaan prinsip agama. "Pada hakekatnya bukan karena agama," kata dia.

Wakil Presiden menjelaskan, konflik seperti inilah, yakni antara dua penganut agama, yang sulit untuk dipecahkan. Pendekatannya pun harus memakai cara-cara dan pendekatan khusus. "Karena orang yang berkonflik siap mati karena menganggap membela agama atau jihad," ujar dia.

Dalam upaya penyelesaiannya pun, katanya, harus menggunakan falsafah keagamaan yang dianut oleh masing-masing agama, meskipun asal muasalnya bukan karena agama. "Karena kualitasnya semakin membesar, maka saya kembalikan berdasarkan prinsip keagamaan," kata Kalla.

Setiap agama, kata Kalla, tidak ada yang mengajarkan bahwa membunuh orang yang tidak berdosa dibenarkan. “Pertimbangan keliru itu pelu diluruskan,” ujarnya. "Maka saya balikkan, bahwa konflik itu justru membawa mereka ke neraka."

Para pemimpin agama yang bertikaipun, ia melanjutkan, perlu diyakinkan bahwa apa yang mereka lakukan di Poso dan Ambon adalah perbuatan yang menimbulkan kerugian besar dan dosa besar. "Dengan pendekatan itu mereka menyadari. Butuh dua tahun untuk menyelesaikan ini," kata dia.

Ia mengakui dalam dua tahun itu tidak seratus persen konflik benar-benar selesai. "Butuh waktu lagi untuk benar-benar selesai, karena konflik seperti ini memang lama diselesaikan dan butuh kesabaran," kata dia.

Presiden Asian Confrence On Religions For Peace Indonesia, sekaligus Ketua Pengurus Pusat Muhamaddiyah, Dien Syamsuddin menyatakan Jusuf Kalla sebagai tokoh yang dianggap berpengalaman dalam hal resolusi konflik di Indonesia. "Di Ambon dan Poso itu memang bukan konflik karena agama, tetapi karena ketidakadilan." Anton Aprianto


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bali Islamic Festival Digelar di Kuta
Hapuskan Kolom Agama di KTP
Dialog Antaragama ASEM Sepakati Deklarasi Bali

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123090 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data