Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Senayan Tolak Kenaikan BBM
Sabtu, 17 Mei 2008 | 21:03 WIB

TEMPO Interaktif, BANDUNG:Tiga pimpinan lembaga tinggi dan tertinggi Negara di Senayan hari ini menyatakan sikap mereka, atas rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak. Dalam sebuah seminar di Institut Teknologi Bandung. Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ketua DPR Agung Laksono, dan Ketua DPD Ginanjar Kartasasmita menegaskan, kebijakan itu merugikan rakyat. ”Karena bisa membuat hal-hal yang tidak kondusif,”kata Hidayat di ITB, Sabtu (17/5).

Menurut Hidayat, pemerintah bisa memperkuat lobi kepada negara anggota Organisasi Konferensi Islam yang kaya minyak seperti negara-negara teluk. Mereka bisa diminta menjual minyak ke Indonesia dengan harga lebih murah. Sebagai kompensasinya, Indonesia memberikan kemudahan investasi bagi investor dari negara-negara itu. ”Jika itu bisa menghasilkan harga minyak US $90 per barel misalnya, Indonesia tidak perlu membebani rakyat dengan kenaikan harga BBM.” Ujarnya.

Keberatan serupa juga dilontarkan Ketua DPR Agung Laksono. Menurut dia, pemerintah mestinya tidak menjadikan kenaikan harga BBM sebagai salah satu opsi menghadapi kenaikan harga minyak dunia.

”Pemerintah misalnya bisa melakukan opsi penjadwalan kembali pembayran hutang luar negeri dan bunganya,’katanya. Selain itu, pemerintah perlu memberlakukan kebijakan penghematan penggunaan energi dan meningkatkan produksi minyak bumi dalam negeri.

Adapun Dewan Perwakilan Daerah, menurut Ketuanya, Ginanjar Kartasasmita, telah menyampaikan surat kepada kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menunda kenaikan harga BBM. Sebab, kebijakan untuk menyelamatkan struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara belum tentu juga bisa menyelamatkan ekonomi rakyat.

Erick P Hardi



Dari Arsip Majalah TEMPO
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Memuntir Harga Minyak Impor | 21 Maret 2005
Tak Minyak, Arang pun Jadi | 21 Maret 2005
Tidak Akan Transparan | 14 Maret 2005
Penggarong Kayu Layak Dipancung | 07 Maret 2005
Adu Tangguh untuk Siapa | 07 Maret 2005
Di Luar Kontrol Pemerintah | 07 Maret 2005
Neraca atau Manajemen Bobrok | 07 Maret 2005
Minyak | 07 Maret 2005
Menanti di Ambang Tak Terjangkau | 21 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

PAN Usul Gaji Pejabat Dipotong 30 Persen
Arab Saudi Tingkatkan Produksi Minyak
Kartu BLT Mulai Dibagikan
Polda Jawa Tengah Ringkus 71 Penimbun BBM
Solar Langka di Samarinda
Ketua Golkar Jawa Tengah Tolak Kenaikan Harga BBM
PAN Minta Pemerintah Berpihak Kepada Rakyat
PDIP Berharap Kenaikan Harga BBM Diinterpelasi
DPRD Jawa Tengah Minta Program BLT Dibatalkan
Mahasiswa Palembang Demo Tolak Kenaikan BBM
> selengkapnya...

Referensi

Kutub-kutub Para Penentang
Berpihak pada Orang Kaya
Harga Premium Sekitar Rp 6.000
Siapa Boleh Membeli
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123264 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Dua Partai di Nusa Tenggara Barat Gagal Verifikasi
Kebocoran Gas di Kamal Muara Dapat Diatasi
Venus Juara Wimbledon Kelima Kalinya
Pole Position Pertama Kovalainen
Pengendara Motor Tewas Akibat Jatuh Saat Boncengan Berlima

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data