Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

IDI Usulkan Perbaikan Sistem Pelayanan Kesehatan
Kamis, 22 Mei 2008 | 13:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengusulkan sistem pelayanan terpadu untuk memperbaiki pelayanan kesehatan masyarakat. Sistem pelayanan itu berbasis dokter keluarga untuk suatu komunitas dengan 1 dokter untuk melayani 2500 penduduk.

Sistem ini telah diterapkan di Provinsi Sumatera Selatan, Kota Madya Bontang, Kalimantan Timur, dan Kabupaten Tanah Datar di Sumatera Barat. "Masyarakat tidak perlu membayar pelayanan kesehatan karena sudah ditanggung pemerintah daerah," ungkap Zaenal Abidin, Sekretaris Jenderal IDI. "Dari pelayanan kesehatan primer hingga rujukan, rawat inap bebas biaya."

Sistem itu dilaksanakan pemerintah daerah dengan bimbingan IDI. Di Bontang saat ini sudah ada 11 klinik berbasis dokter keluarga yang melayani 2500 orang dalam satu komunitas. Dokter tidak perlu lagi mencari pasien, tetapi hanya melayani komunitasnya. Mereka dibayar lebih dulu untuk melayani masyarakat. "Dokter tidak perlu mencari uang lagi, sudah dibayar dimuka." kata Zaenal.

Dalam setiap klinik pemberi pelayanan kesehatan itu sudah dilengkapi perawat, bidan, dan apotik.

Sistem pelayanan kedokteran terpadu ini telah dilaksanakan di negara-negara dengan sistem kesehatan nasional yang baik seperti di Belanda, Inggris, dan Kanada. Aqida Swamurti

Dari Arsip Majalah TEMPO
Antara Quinlan dan Agian | 01 November 2004
Yang Dituding Tak Melindungi Pasien | 11 Oktober 2004
Eliminasi Kemampuan Rohani Calon Presiden  | 26 April 2004
Melindungi Pasien dengan Hukum  | 22 Maret 2004
Mengawasi 'Wakil Tuhan'  | 22 Maret 2004
Melanggar Rambu, Mencetak Dokter  | 25 Juni 2001
Cerita Lama versi Baru  | 11 Juni 2001
Empat Dokter dan Kesehatan Presiden  | 21 Mei 2001
Dari Jantung ke Impotensi  | 05 Maret 2001
Skandal Jual-Beli Organ Atas Nama Riset Kedokteran  | 12 Pebruari 2001
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dokter Tidak Tahu Imbauan IDI
IDI Imbau Dokter Gratiskan Pengobatan
IDI Minta Pemerintah Atur Etika Iklan Kesehatan
IDI: Indonesia Kekurangan Dokter
IDI Adukan Penganiayaan Dokter di Penjara Wirogunan Kepada Wapres
IDI Usulkan Pembentukan Dokter Keluarga
Gugatan Malpraktik Terhadap Tiga Rumah Sakit Kandas
IDI: Tugas Dokter Selalu Beresiko
LBH Kesehatan Laporkan Malpraktek Dokter ke Polda Metro Jaya
LBH Kesehatan: Pasien di Indonesia Tak Terlindungi
> selengkapnya...

Referensi

Baku Tuding Malapraktek
Sebaran Demam Berdarah Dengue 1968 - 2003

Website

Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123480 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Mobil Pengambil BLT di Subang Terguling
Perda Peredaran Hasil Hutan Ditolak
Jawa Barat Lanjutkan Program Subsidi Kedelai
Hermawan Sulistyo Galang Golput Di Jawa Timur
Ralahalu-Assagaf Unggul dalam Pilkada Maluku

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data