Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Polisi Sangsi Budi Dharma Terkena Peluru Karet
Kamis, 22 Mei 2008 | 16:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Polisi menyangsikan Budi Dharma, mahasiswa pengunjuk rasa di gedung DPR kemarin, terkena peluru karet. Sebab, polisi yang mengamankan unjuk rasa itu tak dibekali senjata.

"Setelah diadakan pengecekan kembali tidak ada satu anggotapun yang bertugas dalam pengamanan tersebut membawa senjata api, baik peluru tajam, hampa, atau karet," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira di Markas Besar Polri, Kamis (22/5).

Sebelumnya mahasiswa melakukan unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak di gedung DPR. Dalam aksi itu diberitakan Budi Dharma terkena peluru karet hingga menderita luka berat.

Abubakar mengatakan aparat yang diturunkan saat itu adalah polisi wanita dan pengendalian massa dengan tangan kosong. Polisi pun tak menemukan selongsong peluru karet di lokasi kejadian.

Dia menambahkan, saat itu polisi sempat mengikuti korban yang hendak dibawa ke rumah sakit Pelni, Petamburan, Jakarta Pusat. Korban, kata dia, sempat salat di musholla rumah sakit sebelum diperiksa.

Dari keterangan dokter, Budi hanya menderita luka memar di rusuk bagian kiri dan sudah diperbolehkan pulang. Hingga saat ini polisi masih mengkonfirmasi penyebab luka memar tersebut. "Kami juga masih mengecek apa betul ada letusan, tapi yang jelas dari anggota kami tidak ada," ujarnya. Desy Pakpahan

Dari Arsip Majalah TEMPO
Harga Minyak, Bukan Sekadar Asumsi APBN | 11 April 2005
Surat Pembaca | 04 April 2005
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Dilema Pemain Baru | 21 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Menyumbat Kebocoran Minyak | 21 Maret 2005
Hari Purnomo Meminta Pemeriksaan Dihentikan | 21 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Rizal Ramli Bantah Tunggangi Aksi Demonstrasi
Pemerintah Gelar Rapat Soal BLT
PDIP Siap Galang Angket dan Interpelasi
Kartu BLT Belum Bisa Dibagikan
Pengusaha Tangerang Tolak Kenaikan Harga BBM
Ketua DPR Meminta Pemerintah Dengar Suara Rakyat
Ribuan Massa Menolak Rencana Kenaikan BBM
DPRD Jabar Tolak Kenaikan BBM
Kupon BLT Siap Dibagikan
Partai Demokrat: Harga BBM Rugikan Popularitas Yudhoyono
> selengkapnya...

Referensi

Kota-kota Mulai Lumpuh
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123509 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data