Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Gerakan Anti-Politisi Busuk Dideklarasikan
Kamis, 22 Mei 2008 | 19:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah organisasi nonpemerintah mendeklarasikan gerakan nasional tidak memilih politisi busuk pada Pemilihan Umum 2009. Menurut salah seorang deklarator gerakan, Teten Masduki, gerakan ini bertujuan untuk memperbaiki keterwakilan rakyat di parlemen. "Perjuangan untuk melahirkan demokrasi tak boleh dibajak politisi busuk," kata Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch itu saat mendeklarasikan gerakan ini di Jakarta, Kamis (22/5).

Teten secara terang-terangan mengatakan, target utama gerakan antipolitisi busuk ini adalah untuk mempengaruhi rakyat untuk memilih. "Rakyat jangan sampai memilih wakil yang salah," ujarnya.

Menurut Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat Jerry Sumampow, yang dimaksud politisi busuk adalah politisi busuk adalah politisi yang terlibat kasus korupsi, pelanggaran hak asasi manusia, kejahatan lingkungan, kejahatan terhadap perempuan, pemakaian dan perlindungan bisnis narkoba, pelanggaran hak-hak ekonomi, sosial dan politik rakyat miskin, serta antipluralisme.

Jerry belum mau menyebut nama politisi yang masuk kategori politisi busuk. Menurut Jerry, gerakan antipolitisi di daerahlah yang nantinya akan merilis nama-nama politisi itu. "Kalau kami sebut sekarang, kami akan disibukkan oleh somasi seperti pada 2004," kata dia.

Dalam jangka pendek, kata Jerry, gerakan berupaya mempengaruhi rekruitmen calon anggota legislatif di partai. Sebab, kata dia, di tingkat partailah calon anggota legislatif pertama kali disaring. "Setiap calon dibuat profilnya lalu hasilnya diserahkan ke partai," kata dia.

Selain itu, gerakan juga akan bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum untuk menyaring calon anggota legislatif yag diajukan partai. "Tapi itu setelah daftar calon sementara ditetepakan," ujarnya.

Koordinator Komite Aksi Solidaritas untuk Munir Asmara Nababan mengatakan, mereka yang disebut politisi busuk adalah politisi yang tidak hanya terlibat, tapi juga turut mencegah pengungkapan kasus pelanggaran hak asasi dan turut melarang aliran Ahmadiyah. "Kami akan catat nama-nama mereka," kata dia.

Anton Septian


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123522 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data