Menteri Dalam Negeri Jamin Pembagian BLT Aman
Kamis, 22 Mei 2008 | 20:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Dalam Negeri Mardiyanto menjamin tidak ada kerusuhan dalam pembagian bantuan langsung tunai (BLT) seperti pada 2005 lalu. Sebab mekanisme pembagian BLT kali ini tidak terburu-buru. ”Dulu, satu-dua hari pembagian BLT dianggap sudah habis. Padahal tidak,” ujarnya seusai rapat kabinet terbatas di kantor presiden, Kamis (22/5).
Menurut Mardiyanto, pemerintah perlu menyiapkan agar masyarakat merasa tidak terburu-buru soal pembagian BLT ini. Sehingga masyarakat juga mendapat penjelasan dengan baik. ”Disiapkan tempat dengan baik, kantor pos kalau ada yang baik. Kalau haus diberi minum dan sebagainya,” kata dia. Departemen Dalam Negeri, lanjut Mardiyanto, akan melakukan pengawasan penyaluran BLT melalui Direktorat Pembangunan Masyarakat Desa.
Perihal penolakan sejumlah kepala daerah terhadap pembagian BLT, Mardiyanto mengatakan, hal itu tidak etis. ”BLT diberikan untuk rakyat miskin. Apa etis seorang bupati menolak itu?” ujarnya. Menurut Mardiyanto, penolakan bupati dan kepala desa karena mereka trauma dengan data yang dimiliki pemerintah pusat. Padahal, Badan Pusat Statistik telah memperbaharui datanya. Data juga telah melalui proses verifikasi.
Mardiyanto menyatakan pemerintah daerah seharusnya memberikan dukungan pada pelaksanaan BLT. Fasilitasinya bisa melalui lurah atau kepala desa. Penolakan-penolakan terhadap BLT itu dinilai tidak konkret. ”Solusinya juga tidak disampaikan,” ujarnya.
Ninin Damayanti




Komentar Anda :