Polisi Serbu Kampus Universitas Nasional
Sabtu, 24 Mei 2008 | 10:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kampus Universitas Nasional (Unas), Jakarta, rusak berat setelah polisi masuk kampus tadi pagi sekitar pukul 05.30 WIB untuk menangkap mahasiswa yang demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak.
Tindakan represif itu Akibatnya, empat gedung utama, tiga mobil, dan tiga puluhan sepeda motor rusak. Tempo masih menyaksikan pecahan kaca dan botol di seluruh sisi kampus. Lima petugas keamanan kampus di kawasan pejaten, Pasar Minggu, itu juga mengalami luka memar akibat pukulan polisi. Sekitar 100 mahasiswa ditahan di Markas Polres Jakarta Selatan.
Petugas Keamanan Kampus, Abdul Syukur, menuturkan polisi beralasan, mahasiswa telah memukul dua petugas intel polisi berpakaian preman. "Itu yang menjadi alasan penyerangan kampus," katanya di kampus Unas. Begitu masuk kampus, menurut Abdul Syukur, polisi langsung mengejar mahasiswa dan merusak bangunan kampus. "Mereka mengejar dan menangkapi mahasiswa."
Ia menceritakan, tiba-tiba polisi datang memaksa masuk kampus ketika mahasiswa istirahat setelah semalaman berunjuk rasa. "Aparat memaksa masuk," ucapnya. Padahal, sudah peringatkan agar mereka berjaga saja di luar kampus. "Saya sudah bilang aparat tak boleh masuk," ujarnya. "Eh, dibilang, kamu tak usah ikut-ikutan. Kamu sama saja dengan mahasiswa! Sambil memaksa masuk dan memukul kami dengan pentungan."
Eko Ari Wibowo




Komentar Anda :