close

57 Mobil Inventaris KPU Dikuasai Para Mantan Pejabat

Senin, 26 Mei 2008 | 23:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Aziz mengatakan sejumlah bekas pejabat KPU periode 1999-2004 belum mengembalikan mobil dinas. Pihaknya mencatat 57 mobil dinas KPU masih dikuasai para bekas pejabat tersebut.

"Dari 61 mobil dinas, baru 4 mobil yang dikembalikan," katanya usai rapat dengar pendapat dengan Komisi Pemerintahan DPR di Gedung DPR, Senin petang (26/05).

Bukan hanya bekas pejabat KPU yang menguasai mobil itu, namun juga para mantan pejabat di sejumlah departemen bahkan tokoh partai politik. Jumlahnya mencapai 30 unit mobil dari 61 mobil inventaris KPU tersebut.

Dengan alasan tidak etis, Abdul menolak menyebutkan nama bekas pejabat dan tokoh partai politik yang menguasai mobil yang bukan miliknya itu. Ia hanya menyebutkan jenis mobil itu sebagian besar adalah Kijang kapsul berplat merah.

Menurut Abdul, KPU telah berulangkali mengirim surat kepada para bekas pejabat dan tokoh partai politik itu untuk mengembalikan mobil tersebut. Namun tak ada jawaban.

Hanya empat unit mobil yang dikembalikan ke KPU. Itupun satu diantaranya dikembalikan setelah ketahuan saat memperpanjang pajak mobil. "STNK-nya masih atas nama KPU," katanya.

KPU, ujarnya, mentargetkan 57 mobil tersebut sudah balik ke KPU sebelum Desember tahun ini. Pengembalian aset berupa mobil tersebut akan digunakan untuk membayar utang KPU sebesar Rp 8 miliar yang berasal dari sewa tiga gudang penyimpan kertas milik KPU yang belum dibayar sejak 2004. "Ada 8.000 ton kertas di gudang," katanya.

Kertas yang masih berupa gulungan tersebut merupakan kertas sisa Pemilihan Umum 2004. Sampel kertas tersebut telah dikirim ke satu laboratorium di Bandung untuk diteliti.Hasil penelitian diketahui dua pekan ke depan. "Kalau masih bagus akan digunakan, kalau sudah jelek akan dijual," katanya. Hasil penjualan kertas, Abdul melanjutkan, untuk menutup utang sewa gudang.

Dwi Riyanto Agustiar

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan