komprador yang dibiayai pihak asing untuk menghancurkan Islam"">
close

Komando Laskar Islam: Kamilah Aktor Intelektual Penyerangan

Senin, 02 Juni 2008 | 21:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Panglima Komando Laskar Islam (KLI), Munarman SH memberikan pernyataan bahwa insiden Monas kemarin adalah atas komando dari dirinya.

Dalam jumpa pers di kediaman Ketua FPI, ia menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi karena provokasi yang dilakukan oleh Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) yang berkedok aksi memperingati Hari Pancasila, padahal itu hanya aksi pembelaan terhadap Ahmadiyah.

Menurut dia, AKKBB-lah yang paling bertanggung jawab atas insiden ini. Alasannya, kegiatan mereka ilegal tanpa izin. "Bahkan mereka sudah diperingati aparat untuk tidak melakukan aksi di wilayah tersebut karena berdekatan dengan kelompok yang berbeda dengan mereka," kata Munarman
Dia juga menyebut ada penghinaan verbal yang dilontarkan AKK-BB sehingga menyulut kemarahan KLI. Dia membantah bahwa kelompoknya membawa senjata dan menganiaya wanita, anak–anak, apalagi orang cacat.
KLI juga mengeluarkan pernyataan bahwa tidak setu pun organisasi yang membela Ahmadyah. "Mereka yang membela adalah LSM "komprador" yang dibiayai pihak asing untuk menghancurkan Islam," bunyi pernyataan mereka.
Lewat jumpa pers tersebut Munarman menuntut presiden segera mengeluarkan Keputusan Presiden tentang pembubaran Ahmadyah. “Kami siap berperang melawan mereka yang membela Ahmadyah baik secara terbuka maupun tertutup.” ujar Munarman. Ia juga menuntut AKKBB untuk bertanggung jawab atas insiden tersebut. “ "Jangan kami yang dipojokkan.” tambahnya.

Choriyati Ispratiwi/Tempo Newsroom

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan