Koran Tempo Akan Diserbu

Rabu, 04 Juni 2008 | 06:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Panglima Komando Laskar Islam Munarman mengancam menyerbu dan menggugat Koran Tempo karena dinilai telah mefitnahnya. "Jika dalam 1X24 jam Goenawan Mohamad (pendiri Tempo) dan Tempo tak minta maaf, saya akan serbu dia," katanya dalam keterangan pers di Markas Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, kemarin.

Ancaman itu berkaitan dengan pemuatan foto Munarman yang sedang mencekik seseorang pada edisi kemarin. Menurut bekas Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ini, orang yang ia cekik adalah anak buahnya yang akan bertindak anarkis. "Saya akan tuntut Koran Tempo dan AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan)."

Sebelumnya, Munarman dan pemimpin FPI Rizieq Shihab menunjukkan orang yang dicekik itu kepada pers. Orang itu, Nasrullah alias Ucok. Nasrullah adalah aktivis senior laskar FPI.

Menanggapi ancaman tadi, Goenawan Mohamad berkomentar singkat. “Silakan serbu.”

Ratusan massa FPI pada Ahad siang lalu menyerang para aktivis AKKBB di lapangan selatan Monumen Nasional (Monas) yang akan memperingati 63 tahun kelahiran Pancasila. Akibatnya, belasan aktivis gabungan organisasi pro pluralisme itu terluka, dan empat lainnya dirawat intensif di rumah sakit. Munarman tertangkap kamera sedang mencekik seseorang. Tempo mendapatkan foto itu dari AKKBB.

Tokoh senior Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif mengecam tindak kekerasan massa FPI. Ia meminta polisi tak ragu menegakkan hukum. Menurut Maarif, AKKBB adalah aliansi damai. "Dikejar begitu rupa, untuk apa? Apa kesalahan mereka? Ahmadiyah dan segala macam itu hak. Kenapa harus (dihadapi) dengan kekerasan," ujarnya dalam acara penyerahan “Maarif Award” kepada sejumlah tokoh di Taman Ismail Marzuki kemarin.

Pengacara FPI Ahmad Michdan mengatakan, sejumlah media massa juga bakal digugat karena memuat foto itu. "Kami menuntut pengembalian nama baik dengan menggunakan delik pers," ucapnya.

Selanjutnya, Rizieq bersama pengacara FPI dan belasan aktivisnya mendatangi Polda Metro Jaya. Mereka mengadukan 289 tokoh AKKBB dengan tuduhan menjadi aktor intelektual insiden Monas dan penodaan agama. Tokoh-tokoh itu antara lain KH Abdurrahman Wahid, Todung Mulya Lubis, Amien Rais, Ahmad Syafii Maarif, serta Goenawan Muhammad.

Mereka dianggap bertanggungjawab karena mengundang massa ke Monas. AKKBB juga dianggap menodai agama lantaran mengikutsertakan anggota Ahmadiyah dalam aksi itu.

MUSTAFA SILALAHI | FERY FIRMANSYAH | IBNU RUSYDI

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
  • Serbu ? serem amat sih....

    Di Bulan Ramadhan ini sebaiknya segala permasalahan bisa diselesaikan dengan baik dan sabar. Nggak usah pake serbu2an segala lah, malu sama umat lain.Kata nya bulan puasa minta dihargai.
    Pengirim : Rochadi di Jakarta
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :