Gus Dur Menolak Islah dengan Muhaimin

Minggu, 15 Juni 2008 | 20:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdurrahman Wahid mengatakan tidak akan islah dengan PKB versi Musyawarah Luar Biasa Ancol.

"Pokoknya saya tidak mau bareng dengan dia (Muhaimin Iskandar). Saya sudah bolak-balik bilang tidak akan terima Muhaimin," katanya usai memberikan sambutan dalam acara Dialog Kebangsaan Pemberantasan Korupsi sebagai Dasar Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Ahad (15/6).

Keputusan itu telah final. "Tidak ada Islah. Saya sudah tidak percaya lagi dengan Muhaimin," katanya.

Namun, Gus Dur tetap membuka pintu silaturahmi dengan siapa pun. "Boleh saja, kalau cuma mau sowan. Orang non-Islam saja saya terima, juga yang Islam," katanya.

Sekretaris Jenderal PKB versi MLB Parung, Zanuba Arifah ayau Yenny Wahid, mengatakan pintu Islah sudah tertutup. "Karena Gus Dur dan Muhaimin memiliki garis politik yang berbeda. Kami memilih yang memperjuangkan rakyat," katanya. "Hal itu tidak dilakukan Muhaimin."

Terkait dengan masih adanya unsur keluarga dengan Muhaimin, ia menjelaskan Gus Dur mementingkan kepentingan yang lebih besar, yaitu rakyat. "Tidak ada kaitan lagi dengan keluarga. Namun, hubungan personal tetap baik," katanya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memenangkan gugatan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Dewan Tanfidz Partai Kebangkitan Bangsa.

Terkait dengan putusan itu, Yenny mengatakan PKB versi MLB Parung akan menyerahkan memori banding pada senin (16/6). "Senin esok, kami serahkan," katanya.

Selain itu, dia menjelaskan PKB juga akan meminta Mahkamah Agung mengusut pelanggaran etika dalam putusan itu. "Ada beberapa kejanggalan. Kesannya hukum itu dibengkak-bengkokkan," katanya.

Yenny mencontohkan surat keputusan pemberhetian Muhaimin Iskandar yang digunakan untuk menggugat itu salah. "Harusnya SK nomor 3095, tapi yang digunakan SK yang berbeda. Seharusnya materi gugatannya sudah gugur," katanya.

Ketua Umum PKB versi MLB Parung, Ali Masykur Musa, mengatakan keputusan itu janggal. "Keputusan itu kesannya melompat dan tidak mencerminkan obyektifitas," katanya.

Ali optimistis PKB MLB Parung akan menang dalam kasasi. "Keputusan tingkat satu kan belum inkrah. KPU dan Departemen Hukum dan HAM pun belum akan memutuskan kepengurusan yang sah," katanya. Eko Ari Wibowo

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :