Jangan Selesaikan Masalah Agama dengan Kekerasan

Selasa, 17 Juni 2008 | 21:56 WIB

TEMPO Interaktif, Serang:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta masyarakat tidak menggunakan kekerasan jika terjadi kesalahpahaman dan perbedaan pendapat dalam kehidupan beragama.

"Masalah harus diselesaikan dengan damai dan dialog. Jangan membiasakan diri mengedepankan kekerasan," kata Presiden saat membuka MTQ Nasional Ke-22 di kawasan pusat pemerintahan kota Serang, Banten, Selasa (17/6).

Ia mengatakan Indonesia adalah bangsa dengan penduduk Islam terbesar di dunia dengan keragaman suku, etnis, bahasa, dan agama. Pertumbuhan umat Islam di Indonesia diapresiasi oleh pemimpin dunia. Indonesia diharapkan mampu memainkan peran penting bagi kemajuan dunia Islam.

"Untuk itu harus pertahankan citra yang baik, berkontribusi, mencari solusi masalah, dan mengayomi perbedaan," katanya.

Presiden juga mengajak tokoh agama dan pemimpin umat untuk membimbing umatnya dari tindakan yang tidak terpuji karena menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Termasuk membimbing umat yang keliru menerapkan ajaran agama.

"Untuk menghadapi ini, ulama harus menyelesaikan masalah dengan bijak," katanya.

Acara yang memperebutkan piala presiden dihadiri oleh 3.186 peserta dari 33 provinsi. Tampak hadir Menteri Agama M. Maftuh Basyuni, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Menteri Pertanian Anton Apriantono, dan Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa. Ninin Damayanti

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :