Aliansi Kebangsaan Pertanyakan Izin Aksi Laskar Islam
Jum'at, 20 Juni 2008 | 18:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan mempertanyakan pemberian "izin" aksi Komando Laskar Islam di Monas 1 Juni lalu. Massa Laskar dituding menunggangi aksi damai Hizbut Tahrir Indonesia untuk menyerang massa Aliansi.
Menurut Anick H Tohari, koordinator aksi Aliansi 1 Juni, kubu Munarman sengaja mengalihkan isu ke masalah perizinan dan rute. Kubu Munarman melaporkan sejumlah aktivis Aliansi dengan sejumlah pasal, termasuk aksi tanpa izin dan memasuki pekarangan orang.
"Kalau mau dibalik logika perizinan, siapa yang melanggar?" kata Anick, "Yang punya pekarangan Monas siapa?"
Lagipula, kata Anick, massa Aliansi sedianya hanya berkumpul saja di Monas untuk kemudian berpawai ke Bundaran HI.
(Situs Traffic Management Center (www.lantas.metro.polri.go.id) dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (reskrimum-metro.org) sempat mencantumkan agenda kegiatan masyarakat pada 1 Juni lalu itu. Dari sejumlah kelompok massa, tak disebut adanya rencana kehadiran Komando Laskar Islam.)
Penyidik Satuan Kejahatan Dengan Kekerasan menanyai Anick 16 pertanyaan sebagai penanggung jawab aksi di Monas. Penyidik menindaklanjuti laporan kubu Munarman terhadap Aliansi Kebangsaan. "Itu bukan bentroan, tapi serangan. Kami tidak berbuat apa-apa, tapi kami diserang," Anick menegaskan.
Sementara itu, dua aktivis perempuan korban serangan 1 Juni meminta perlindungan ke Polda. Mereka diperiksa pula oleh penyidik Satuan Keamanan Negara. Keduanya adalah Marsaulani dan Nyoman Aisyana Wibutu.
Dua korban lagi, Niluh Wayan Sukmawati dan Suci Suwesti Sabarih tak datang ke Polda. "Masih trauma," kata Nyoman yang sempat dua hari dirawat karena gegar otak ringan setelah dipukul dari belakang. Selain mereka, kata Nyoman, ada pula Satria Graha, 7 tahun, bocah yang trauma karena berada di lokasi insiden.Ibnu Rusydi




Komentar Anda :