close

Polisi Geledah Kantor Komite Indonesia Bangkit

Selasa, 01 Juli 2008 | 22:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kepolisian Daerah Metro Jaya menggeledeh Markas Komite Bangkit Indonesia (KBI) Selasa malam ini, mulai sekitar pukul 18.00 WIB. Rahmat, keamanan lingkungan RW 5 mengatakan, beberapa wartawan dan pihak kepolisian telah berkumpul sejak pukul 17.30 WIB.

Kemudian pada pukul 18.00 WIB, beberapa orang dari Polda dan wakil ketua RW setempat masuk ke dalam rumah dan mulai menggeledah. Menurut Rahmat, KBI baru berkantor di sana sejak enam bulan lalu. "Katanya rumah ini dikontrak untuk dua tahun," ujarnya kepada Tempo (1/7).

Rahmat mengatakan tidak pernah mengetahui bentuk aktivitas yang dilakukan KBI. "Saya cuma tahu kalau KBI itu LSM," ujarnya.

Juru Bicara KBI, Adhie Massardi, mengatakan sudah mengetahui isu penggeledahan ini. "Rencananya polisi akan melakukan penggeledahan sejak ditangkapnya Fery. Tapi polisi bergerak justru ketika kami tidak ada," ujarnya.

Menurut Adhie, penggeledahan ini merupakan pembunuhan karakter organisasi dan sarat dengan muatan politik. Pasalnya, selama ini, KBI adalah salah satu organisasi yang vokal menentang kebijakan pemerintahan SBY-JK. Ia juga khawatir polisi bisa saja menaruh bukti-bukti tambahan untuk menjatuhkan organisasi. "Pemerintah SBY berusaha untuk memberangus perbedaan pendapat," katanya.

Adhie mengatakan siap untuk mengikuti setiap poroses hukum yang akan berjalan nanti. Namun, ia mengaku kecewa dengan keputusan penggeledahan yang dilakukan oleh pihak Polda. "Untuk kasus ini kami tidak tahu harus mengadu pada siapa," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penggeledahan. Penggeledahan dilakukan secara tertutup dan tidak boleh diliput oleh media. Sekitar sepuluh menit lalu, Adhie Massardi datang dan diperbolehkan untuk masuk.

Sebuah mobil truk terparkir didepan kantor KBI dan beberapa personil polisi sektor Tebet ikut membantu proses pengamanan. Mereka melakukan penjagaan di depan kantor.

Polis mengeluarkan sejumlah kepingan cakram kompak bergambar Rizal Ramli yang berjudul “Jalan Baru Pemimpin Baru”. Fanny Febiyanti

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan