Yenny Wahid Protes di Depan Jusuf Kalla
Rabu, 09 Juli 2008 | 14:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa, Zannuba Arifah Chafsoh, mengajukan protes ke semua anggota Komisi Pemilihan Umum. Protes dilakukan Yenny Wahid, panggilannya, sebelum penarikan nomor urut partai politik di kantor KPU, Jakarta, Rabu (9/7).
Protes ini dilakukan di depan pengurus partai politik lain, termasuk Wakil Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla. Sebelum pertemuan, Yenny yang mengenakan jas PKB maju ke depan meja anggota KPU. Dia langsung mengajukan protes sambil menghadap ke arah pimpinan partai dan wartawan.
"Mohon maaf, yang menjadi Ketua Umum partai kami adalah Ketua Dewan Syuro PKB, Kiai Haji Abdurrahman Wahid. Yang mewakili beliau adalah saya, bukan Pak Muhaimin Iskandar,"katanya.
Protes ini disambut teriakan para wartawan. Muhaimin hanya diam dan tak menanggapi protes ini.
Sebelum mengajukan protes, Yenny duduk persis di belakang Muhaimin Iskandar. Tak ada jabat tangan di antara dua pihak yang masih berseteru ini. Ketua Umum Partai Kebangkitan Nasional Ulama, Choirul Anam, malah menggoda Muhaimin dengan mengatakan Yenny ada di belakangnya.
Muhaimin hanya menoleh sebentar lalu kembali menikmati hidangan yang disiapkan KPU. Ia malah lebih memilih berbicara dengan Ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Meutia Hatta, yang juga Menteri Pemberdayaan Perempuan.
PKB terbelah menjadi dua kubu. Kubu Ketua Dewan Syuro, Abdurrahman Wahid, atau Gus Dur, memecat Muhaimin Iskandar. Kubu Gus Dur lalu mengadakan Muktamar Luar Biasa di Parung, Bogor, Jawa Barat untuk meresmikan pemecatan Muhaimin dan memilih Ali Masykur Musa sebagai Ketua Dewan Tanfidz.
Tapi, Muhaimin juga mengadakan MLB di Ancol, Jakarta, yang mengukuhkan posisinya sebagai Ketua Dewan Tanfidz. MLB di Ancol mengangkat Lukman Edi sebagai Sekretaris Jenderal PKB.
Pramono





