ICW Menilai Anggaran Hak Angket Terlalu Besar

Senin, 21 Juli 2008 | 07:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Ibrahim Fahmi Badoh menilai anggaran Panitia Hak Angket Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak terlalu besar. "Dengan anggaran Rp 2,5 miliar terlalu boros," kata Ibrahim Fahmi Bodoh kepada Tempo, kemarin.

Menurut Fahmi, dengan duit sebesar itu, Dewan Perwakilan Rakyat dapat menyelesaikan dua undang-undang. "DPR harusnya lebih memprioritaskan fungsi legislasi," ujar dia.

Sebelumnya, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Kenaikkan Harga Bahan Bakar Minyak Zulkifli Hasan menyatakan anggaran pansus melonjak dari usulan semula Rp 731,5 juta menjadi Rp 2,5 miliar.

Wakil Ketua Panitia Khusus Hak Angket Sutan Bhatoegana mengatakan, penambahan dana itu dikarenakan pada anggaran sebelumnya belum termasuk anggaran kunjungan anggota Panitia ke daerah. "Serta untuk membayar tim ahli." Dana Rp 2,5 miliar tersebut, kata Sekretaris Fraksi Demokrat ini, hanya untuk membiayai kegiatan Panitia tahun ini. Pada tahun depan, pihaknya akan mengajukan lagi. "Jika ada kelebihan akan dikembalikan ke kas negara," ujarnya.

Fahmi mempertanyakan pola penetapan anggaran yang ditempuh sebelum panitia hak angket menetapkan rencana kerja dan target. "Belum jelas, anggaran itu untuk apa saja," ujar dia. Seharusnya, lanjut Fahmi, sebelum menentukan besarnya anggaran sudah ditentukan terlebih dahulu out put yang hendak dicapai panitia hak angket.
SUTARTO

TOPIK






Komentar Anda

Kirim