Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur
Kamis, 24 Juli 2008 | 21:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qadari mengatakan pemungutan suara dalam putaran kedua pemilihan Gubernur Jawa Timur akan ditentukan oleh suara arus bawah Nahdlatul Ulama (NU).
"Sebab 65 persen pemilih disana orang NU," katanya saat dihubungi Tempo, Kamis (24/07).
Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono, kata Qadari, akan menjadi pasangan yang paling diuntungkan karena secara budaya Khofifah memiliki kedekatan dengan Nahdlatul Ulama. "Dia (Khofifah) Ketua Muslimat NU," kata Qadari.
Satu-satunya batu penghalang Khofifah, lanjut Qadari, adalah isu gender yang masih mewarnai tradisi NU. Perempuan dinilai kurang pas memimpin. Namun, kata Qadari, masalah gender saat ini tak kuat. "Terbukti Khofifah bisa menembus dua besar," katanya.
Adapun Syaifullah Yusuf, ujar Qadari, juga tokoh NU. Namun pasangannya, yakni Soekarwo, berasal dari Islam abangan. Warga NU kemungkinan lebih memilih Khofifah karena Khofifah dicalonkan sebagai Gubernur, sedangkan Syaifullah Yusuf hanya wakil. "Karena Khofifah nomor satu," kata Qadari.
Ia menilai peran partai politik seperti PDI-Perjuangan dan Golkar tidak akan terlalu berpengaruh dalam putaran kedua. Deal-deal politik yang terjadi hanya akan berpengaruh ditingkat elit, tidak ke arus bawah.
Ia memprediksi PDI-Perjuangan akan mengalihkan dukungan ke pasangan Soekarwo-Syaifullah Yusuf, karena pasangan ini dinilai lebih nasionalis. "Pendukung Maschan (Golkar) lebih ke Khofifah," katanya. Dwi Riyanto Agustiar





